Berita Palembang

Petugas DLHK Palembang Ngeluh, Klaim Servis Mobil & Ganti Oli Pakai Uang Sendiri

Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK) Palembang sejak beberapa hari terakhir mengeluhkan dengan pengeluaran biaya

Petugas DLHK Palembang Ngeluh, Klaim Servis Mobil & Ganti Oli Pakai Uang Sendiri
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Satu unit mobil DKK Palembang nampak melakukan tugasnya mengangkut sampai di kawasan Bukit Besar Palembang, Rabu (13/6/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK) Palembang sejak beberapa hari terakhir mengeluhkan dengan pengeluaran biaya servis mobil dan ganti oli kendaraan pakai uang pribadi.

Mereka mengklaim memakai dana pribadi, padahal untuk melakukan servis tersebut telah ada anggaran yang disediakan oleh pihak berwenang.

 "Ya untuk biaya servis pakai dana kami sendiri, belum ada anggaran dari kantor," ujar salah seorang sopir DKK Palembang yang enggan disebutkan namanya.

Senada Ar, salah seorang sopir DKK mainnya mengaku kondisi tersebut sudah mereka alami sejak beberapa hari terakhir. Pihaknya pun menanyakan kemanakah dana yang harus digunakan itu sehingga mereka harus memakai uang pribadi.

"Kalau tidak percaya silahkan turun langsung ke lapangan semua petugas mengeluh. Apalagi THR yang diberikan jauh dari kata cukup," jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebesihan Palembang, Faisal AR membantah adanya hal tersebut.

Menurutnya, untuk biaya servis mobil dan keperluan lainnya sudah pemeliharaannya dengan bekerjasama langsung bersama dealer mobil resmi.

"Tidak ada itu, kalau mau servis itu memang ada waktu yang ditentukan, jadi tak bisa sembarangan. Kalau ada mobil yang mau diservis kami tahu, pasti kabidnya melapor," jelasnya.

Diakuinya, adanya petugas yang mengganti oli dan servis mobil sendiri mungkin saja terjadi lantaran petugas tersebut hendak buru-buru agar mobilnya diservis.

Namun tetap saja hal itu tak diperbolehkan lantaran pihaknya harus menertibkan setiap kendaraan hendak diservis. Jika sembarangan mengeluarkan dana, bisa-bisa pihaknya bakal diaudit BPK.

"Mungkin mereka mau cepat duluan, tetapi tetap saja tidak bisa klaim. Karena sudah ada posnya masing-masing. Kalau kita sembarangan bisa-bisa nanti diaudit BPK," tegas Faisal. 

Baca: Aplikasi Info BMKG Permudah Pemudik Pantau Prakiraan Cuaca

Baca: Takut Ditanya Nikah Pas Lebaran, Wanita Ini Lakukan Hal Konyol Demi Dapat Pacar Sewaan Astaga!

Baca: CitraGrand City Beri Promo Idul Fitri, Hanya Rp 10 Juta Bisa Langsung Huni, Catat Tanggalnya!

Baca: Sering Dapat Peran Pembantu, Tak Disangka Ini 4 Fakta Tentang Ana Pinem, No 1 Soal Pendidikan

Baca: Api Kompor Ludeskan Bengkel, Semua Barang dan Motor tak Sempat Diselamatkan

Baca: Ditinggal Kompatriotnya Mudik, Makan Konate Susul Rekan dan Rayakan Lebaran di Bali

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help