Berita Muba

Pemkab Muba Siapkan Pelatihan untuk Para Penyandang Disabilitas yang Ingin Punya Usaha Sendiri

Tidak ada manusia yang sempurna secara keseluruhan, namun bukan begitu kita tidak boleh berkecil hati atau minder

Pemkab Muba Siapkan Pelatihan untuk Para Penyandang Disabilitas yang Ingin Punya Usaha Sendiri
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Beni Hernedi 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Perhatian serius bakal diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Muba.

Pemkab Muba akan memenuhi sejumlah faslitas pelatihan bagi penyandang disabilitas.

Karena sejumlah fasitas pelatihan belum memadai bagi penyandang disabilitas di Muba.

Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, mengatakan bahwa pihaknya bakal meningkatkan fasilitas pelatihan untuk penyandang disabilitas di Muba.

Karena penyandang disabilitas perlu perhatian dari pemerintah.

“Ya, memang saat ini kita akui penyediaan tempat pelatihan untuk disabilitas belum berjalan."

"Namun kedepan Insya Allah Pemkab Muba akan masukan dalam anggaran untuk membentuk pelatihan para penyandang disabilitas," kata Beni, Kamis (7/6/18).

Dilanjutkan Beni, sebagaimana pihaknya ketahui secara bersama penyandang disabilitas menginginkan menjadi wirausaha mandiri, sehingga lebih produktif dan tidak ketergantungan.

Mereka ingin memenuhi kebutuhan secara pribadi dan tidak ingin ketergantungan.

“Tidak ada manusia yang sempurna secara keseluruhan, namun bukan begitu kita tidak boleh berkecil hati atau minder," ujarnya.

Pihaknya sesegera mungkin melakukan pendataan agar data Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Muba lebih jelas.

“Bila perlu dibuatkan kartu khusus penyandang disabilitas, kami akan berusaha mencarikan solusi agar saudara kami para penyandang disabilitas kedepan keahliannya bisa tersalurkan," jelasnya.

Sementara, Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Muba, Anto, menyebutkan bahwa dirinya dan seluruh penyandang disabilitas berharap mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat normal lainnya, dapat kesempatan bekerja maupun mengembangkan keahlian mereka.

“Kami masih mempunyai kemampun tetapi harus kembali di asah, kami tidak ingin dikasihani, namun kami berharap pemerintah bersedia memberikan fasilitas pelatihan usaha sesuai dengan kemampuan masing-masing penyandang disabilitas,” harapnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved