Miris! Bandar Narkoba di Muaraenim Didominasi Kaum Hawa

Dinamika yang terjadi ditengah masyarakat saat ini, Bandar Narkoba tidak lagi didominasi lagi kaum Adam, terbukti kaum Hawa

Miris! Bandar Narkoba di Muaraenim Didominasi Kaum Hawa
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
BNNK Muaraenim melakukan sosialisasi Narkoba kepada guru di Muaraenim, Rabu (21/3/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Dinamika yang terjadi ditengah masyarakat saat ini, Bandar Narkoba tidak lagi didominasi lagi kaum Adam, terbukti kaum Hawa sudah ada yang menjadi dan tertangkap sebagai bandar narkoba.

"Bayangkan di kaum Hawa, bahkan ada yang menggunakan hijab menjadi pengedar narkoba. Ini fakta dan nyata," ujar Ketua BNNK Muaraenim, Ika Wahyu Hindaryati SKM MSi pada kegiatan Asistensi Penguat Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba Bersama Institusi Pendidikan Di Kabupaten Muaraenim di Ruang Pangripta Sriwijaya Gedung BAPPEDA Kabupaten Muaraenim, Rabu (21/3/2018).

Baca: Soal Pidato Prabowo Menyebutkan Indonesia Bubar tahun 2030, Begini Tanggapan Presiden Jokowi

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh nara sumber Psikolog Klinis RSUD Dr H M Rabain Ellen Arlina Dentjik S.Psi M.Si dan Plt Kasi P2M Arni Zulifah M SE, serta 30 orang yang berasal dari Institusi pendidikan di Lingkungan Kabupaten Muaraenim.

Menurut Ika, bahwa dahulu kalau Bandar Narkoba selalu identik dengan laki-laki, mempunyai fisik kekar dan berotot serta mempunyai tato dan seram.

Namun yang terjadi saat ini malah kebalikannya, bandar narkoba sudah mulai dilirik wanita, dengan pakaian dan gaya yang modis seperti artis.

Baca: Terkait Informasi Kampung Pembobol Bank, Ini Tanggapan Kapoda Sumsel

Dikatakan Ika, kegiatan ini adalah pembetukan relawan untuk asistensi penguatan pembangunan anti narkoba, yang dibentuk khusus dilingkungan pendidikan yakni guru BK, guru agama dan guru olahraga di tingkat SMP dan SMA.

Nantinya, mereka akan menjadi pelopor relawan anti narkoba dimasing-masing sekolahnya supaya kebijakan antisipasi menurunkan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba dilingkungan pendidikan.

Untuk tahun 2017, sebanyak 57 orang sudah direhabilitasi, dan tahun 2018 hingga bulan pertengahan Maret sudah 20 orang yang dilakukan rehabilitasi.

Baca: Petani OKI Kembali Dapat Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian RI, Berikut Jumlahnya

"Cepat lapor ke BNN kalau ada siswa yang terindikasi narkoba supaya bisa direhabilitasi," ujar Ika.

Dan yang tidak kalah pentingnya,lanjut Ika, pihak sekolah untuk tidak segan-segan melakukan razia kepada siswanya terutama yang merokok, sebab merokok adalah menjadi pintu gerbangnya narkoba. (*)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help