Debit Air Sungai Lematang Lahat Naik. Warga Diimbau untuk tidak Lakukan Hal Ini

Hujan yang terus mengguyur Kota Lahat berimbas kepada naiknya debit air baik di Sungai Lematang maupun saluran pembuangan air limbah

Debit Air Sungai Lematang Lahat Naik. Warga Diimbau untuk tidak Lakukan Hal Ini
Dok SRIPOKU.COM
Sungai Lematang di Lahat 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Hujan yang terus mengguyur Kota Lahat berimbas kepada naiknya debit air baik di Sungai Lematang maupun saluran pembuangan air limbah (SPAL) di tengah pemukiman warga.

Ironisnya aliran air tersendat lantaran banyaknya sampah yang dibuang warga.

Hal tersebut pula dikhawatirkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir Misri MT melalui Kabid Limbah B3, Budi Utama diterangkannya bahayanya warga yang masih membuang sampah disepanjang aliran sungai maupun selokan atau SPAL yang tak jauh dari pemukiman.

Selain berpotensi mengganggu kesehatan ditegaskan Budi juga bisa menyebabkan banjir yang dampaknya juga akan dirasakan oleh warga itu sendiri.

"Ya, sebenarnya warga dilarang buang sampah sembarang karena bisa berdampak buruk bagi warga itu sendiri apalagi saat ini musim hujan keberadaan sampah bisa menyebabkan banjir," ungkap Budi, Selasa (27/2/2018).

Kabid Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Lahat, Budi Utama
Kabid Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Lahat, Budi Utama (SRIPOKU.COM/EHDI AMIN)

Lebih lanjut Budi mengungkapkan, sampah rumah tangga dibuang di lokasi yang disediakan seperti tempat pembuangan sementara (TPS) atau bagi pemukiman warga yang dilintasi kendaraan pengangkut sampah bisa diletakkan di pinggir jalan atau depan rumah sehingga petugas bisa mengangkutnya.

Dikatakannya, setiap hari ada petugas angkut.

"Saat ini jumlah volume sampah terus meningkat rata-rata perhari 64 ton kita angkut ke TPA. Makanya, jika sampah dibuang sembarang bisa membahayakan," ujarnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help