10 Tahun Jadi Pembantu, Wanita Bisu Ini Ungkap Siapa Dia Sebenarnya, Anak Majikan Pun Bersujud
Tetapi ternyata tidak semua pembantu itu hanya membutuhkan uang untuk keperluan hidupnya saja, ada tujuan tertentu mengapa ia mau jadi pembantu
Penulis: ewis herwis | Editor: ewis herwis
SRIPOKU.COM-- Hidup seseorang memang susah untuk ditebak, jika melihat orang yang hidupnya terlihat susah dan miskin, kita sering bilang bahwa mereka itu orang miskin dan gelandangan.
Padahal sesungguhnya apa yang mereka lakukan itu belum kita ketahui secara pasti apa tujuan mereka melakukan itu.
Kita hanya bisa menilai dari luarnya saja tanpa tahu apa sebenarnya yang mereka inginkan.
Seperti kita melihat seorang pembantu rumah tangga, tentu kita beranggapan kalau mereka merupakan orang yang miskin dan sedang membutuhkan uang untuk keperluan hidupnya dan keluarganya.

Tetapi ternyata tidak semua pembantu itu hanya membutuhkan uang untuk keperluan hidupnya saja, ada tujuan tertentu mengapa ia mau jadi pembantu rumah tanggal di rumah tuannya.
Seperti yang terjadi pada pembantu yang satu ini, yang dikisahkan oleh anak sang majikan.
Sang anak majikan ini menceritakan perihal pembantunya yang sudah bekerja selama 10 tahun di rumahnya.
Namun ada hal yang tak ia ketahui tentang siapa sebenarnya pembantunya ini, dan apa tujuannya bekerja di rumah orangtuanya ini.
Kisah yang sungguh menggugah jiwa ini semoga menjadi pelajaran bagi kita agar tidak cepat berburuk sangka terhadap seseorang sebelum kita mengetahui dengan sebenarnya apa yang melatar belakangi seseorang melakukan hal itu.

Begini cerita lengkapnya:
Ayahku adalah seorang pedagang kecil, sementara ibu seorang guru sekolah dasar, meski bukan keluarga berada, tapi hidup kami lumayan baik dan nyaman.
Di rumah kami ada bibi Liu yang merupakan pembantu di rumah kami, sudah sepuluh tahun lamanya bibi Liu bekerja di rumah kami, dan kami pun telah menganggapnya seperti keluarga.
Bibi Liu ditemukan ibuku terbaring di jalanan dengan pakaian yang lusuh, kondisinya benar-benar menyedihkan.
Ketika itu, ibu mau membawanya ke rumah sakit, tapi dia menolak sambil menggerakkan tangan “berkata tidak”, kemudian ibu membawanya pulang ke rumah.

Ibu memberinya pakaian yang bersih, dan memberinya makan.