SriwijayaPost/

Kunjungan Presiden Jokowi

Replanting 4.446 Hektare Sawit di Muba, Ternyata Ini Alasan Jokowi Awali Replanting dari Sumsel

Kerja, saya pasti akan cek sawit ini lagi. Jadi seandainya perusahaan bisa memproduksi sawit 8 ton, seharusnya petani juga bisa

Replanting 4.446 Hektare Sawit di Muba, Ternyata Ini Alasan Jokowi Awali Replanting dari Sumsel
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Warga berebut bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (13/10/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Fajri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Presiden RI Joko Widodo secara resmi melaunching peremajaan sawit atau replanting seluas 4.446 hektare di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Jumat (13/10/2017).

"Hari ini saya telah meresmikan secara langsung replanting sawit di Muba. Semuanya sudah beres. Biayanya ditanggung oleh pemerintah, bibitnya dikasih, jadi kurang apa.

Selain itu jika ada tanah yang masuk kawasan hutan sudah dikeluarkan dari kawasan hutan dan memiliki sertifikat, hal ini untuk kelapa sawit milik rakyat," kata Presiden RI Joko Widodo.

Jokowi menjelaskan alasannya mengapa replanting dimulai dari Sumsel baru provinsi lainnya.

"Kita ingin kerja ini fokus dan mudah dilaksanakan. Saya apresiasi bupatinya. Kita ingin setiap pekerjaan selesai dengan lancar," ujarnya.

Jokowi mengatakan akan melakukan pengecekan kegiatan replanting pada 2019 mendatang.

"Kerja, saya pasti akan cek sawit ini lagi. Jadi seandainya perusahaan bisa memproduksi sawit 8 ton, seharusnya petani juga bisa bahkan lebih. Maka dari itu jangan kalah semuanya sudah dibantu," ujarnya.

Sementara Menteri Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan kenapa di Muba terlebih dahulu dilakukan replanting, hal ini disebabkan betapa aktifnya Muba dalam persoalaan sawit. Karena di Muba juga banyak perkebunan kelapa sawit.

"Kami mencatat total luas lahan kelapa sawit rakyat itu sangat besar. Kalau setiap tahun kita remajakan tentunya hasil yang diterima akan luar biasa juga," ungkapnya.

"Kita memasuki kegiatan replanting ini sebagai pemerataan. Ini tentunya merupakan kerja sama antara menteri. Dimana menteri pertanian yang menyediakan bibit yang kualitasnya standar CPO, Menteri agraria mengenai pembebesan tanah," ujar Darmin.

Dijelaskan Darmin, replanting tersebut kerja sama tiga kementerian.

Jadi dia mengharapkan melalui proses peremajaan sawit yang ada membuat petani jadi sejahtera dan profesional.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help