SriwijayaPost/

Tak Ingin Kendaraan Kena Pajak Progresif? Buruan Blokir Kendaraan yang Sudah Dijual

Setelah diusut, ternyata kendaraan lama yang dimilikinya sudah dijual tetapi kendaraan tersebut masih terdaftar atas namanya dan masih aktif.

Tak Ingin Kendaraan Kena Pajak Progresif? Buruan Blokir Kendaraan yang Sudah Dijual
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kepala UPTB Palembang II, Heryandi Sinulingga, mengecek layanan loket pemblokiran di kantor UPTB Palembang II di Jakabaring, Sabtu (15/7/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meski sejak 2012 telah diberlakukan pajak progresif di wilayah Provinsi Sumsel, tetapi banyak masyarakat yang belum tahu sehingga saat mengurus pajak kendaraan bermotornya , mereka terkejut dengan jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Padahal wajib pajak hanya memiliki 1 kendaraan di rumahnya, namun merasa heran dikenakan pajak progresif yang mengakibatkan ada cost tambahan wajib pajak pemilik kenderaan dimaksud.

Untuk menghindari pajak progresif, tentunya wajib pajak harus segera melakukan hal bijak ini, yakni memblokir kendaraan tersebut ke Kantor Samsat dimana kenderaan tersebut terdaftar.

"Dengan cara memblokir pajak kendaraan lama atas nama pribadi yang sudah dijual.

Dan blokir kendaraan tersebut gratis di seluruh UPTB /SAMSAT se-Sumsel," ungkap Kepala Bapenda Provinsi Sumsel, H. Marwan Fansuri, S.Sos, MM, selaku Kepala Bapenda Provinsi Sumsel, Minggu (16/7/2017).

Sementara Itu, Kepala UPTB Palembang II, Heryandi Sinulingga, AP, menjelaskan banyak sekali Wajib Pajak yang datang ke Kantor layanannya mengeluh dan terkejut, karena  pajak mobil atau sepeda motornya mahal.

Padahal, wajib pajak yang bersangkutan hanya punya satu kendaraan di rumah.

Setelah diusut, ternyata kendaraan lama yang dimilikinya sudah dijual tetapi kendaraan tersebut masih terdaftar atas namanya dan masih aktif.

"Atas kejadian dan keluhan dimaksud, saya selaku Kepala UPTB Palembang II yang baru bertugas di akhir Tahun 2016 tadi merasa terpanggil sesuai Tupoksi saya untuk menjelaskan dan mensosialisaikan kembali bagaimana cara memblokir kendaraan tersebut agar wajib pajak yang belum tahu dapat tahu bagaimana cara memblokir kendaraanya," jelas Lingga.

Untuk cara memblokirnya kata Lingga, isalnya, kendaraan ya tercatat di UPTB/SAMSAT PLG II, maka datangilah Samsat UPTB PLG II dan hubungi petugas yang melayani pemblokiran kendaraan kantor tersebut karena form pencabutan atau pemblokiran sudah tersedia di sana.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help