Apa Hubungan Kebersihan Mulut dengan Penyakit Jantung?

Studi terbaru menemukan mereka yang punya masalah gusi berisiko lebih besar menderita penyakit kronis seperti penyakit jantung atau diabetes.

Apa Hubungan Kebersihan Mulut dengan Penyakit Jantung?
Shutterstock

SRIPOKU.COM--Saat ini sudah ada bukti bahwa  hubungan antara kesehatan mulut dan seluruh tubuh itu lebih besar dari yang sudah diketahui.

Studi terbaru menemukan mereka yang punya masalah gusi berisiko lebih besar menderita penyakit kronis seperti penyakit jantung atau diabetes.

Meskipun para dokter sudah membuktikan hubungan antara kesehatan tubuh dan kebersihan gigi, masih ada pertanyaan bagaimana kebersihan mulut mempengaruhi kesehatan seluruh tubuh dan mengapa kebiasaan sehat paling dasar yaitu menggosok gigi dapat meningkatkan kesehatan tubuh kita.

1. Mulut adalah medan pertempuran awal melawan penyakit
Setiap hari, kita menjalani rutinitas menjaga kebersihan mulut agar bersih dari kuman.

Menggosok gigi mencegah penimpunan yang dapat menyebabkan infeksi gusi. Jika kita abai dengan kebiasaan sehat itu dan terjadi infeksi, sistem kekebalan tubuh memerangi infeksi itu menyebabkan gusi menjadi radang yang bisa terus berlanjut, kecuali kita dapat membuat infeksi itu terkontrol.

Kejadian satu infeksi ini membuat kita jadi lebih rentan untuk sakit.

Peradangan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan gusi dan struktur tulang serta menyebabkan masalah di seluruh tubuh. Faktanya, ada bukti yang terus bertambah bahwa inflamasi berperan dalam setiap masalah kesehatan yang kita hadapi.

2. Penyakit jantung dan diabetes
Ada hubungan kuat antara penyakit jantung dan kesehatan mulut.

Sebagian, hal ini karena keduanya berbagi faktor risiko seperti kebiasaan makan tak sehat, kelebihan berat badan dan merokok.

Namun, ada juga spekulasi bahwa penyakit gusi sebenarnya meningkatkan risiko terkena penyakit jantung karena menciptakan inflamasi di pembuluh darah. Sebagai tambahan, terdapat pengaruhnya terhadap kemampuan darah mengalir ke seluruh tubuh, ada pula peningkatan kemungkinan plak lemak yang menempel di pembuluh darah pecah dan bergerak ke otak lalu memicu serangan stroke atau serangan jantung.

Halaman
12
Editor: wartawansripo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help