Ini Cara Baru Manfaatkan Uang Pecahan Rp 100.000

Dua proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta, boleh jadi adalah sosok paling melegenda di Indonesia. Nama mereka masih terus mun

Ini Cara Baru Manfaatkan Uang Pecahan Rp 100.000
sakadarnya.blogspot.com
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Dua proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta, boleh jadi adalah sosok paling melegenda di Indonesia. Nama mereka masih terus muncul dan digunakan, termasuk di mata uang rupiah.

Berita Lainnya:  Ini Dua Belas Pahlawan Nasional yang Ditampilkan Pada Uang Emisi 2016

Gambar Soekarno-Hatta terbilang paling lama terpampang pada pecahan uang kertas Rp 100.000. Laman resmi Bank Indonesia, menyatakan uang kertas Rp 100.000 bergambar Soekarno-Hatta sampai kini masih ada dan berlaku sejak emisi itu terbit pertama kali pada 1 November 1999.

Tercatat pecahan mata uang Rp 100.000 telah mengalami tiga kali pergantian tampilan. Pertama, pada 29 Desember 2004. Berikutnya pada 17 Agustus 2014 dan terkini terjadi pada 19 Desember 2016.

Semua perubahan itu sama sekali tak menanggalkan nama dan gambar Soekarno Hatta dari tampilannya. Sudah begitu, uang kertas Rp 100.000 hingga saat ini merupakan uang kertas rupiah dengan nilai ekstrinsik tertinggi.

Buat apa saja?
Dalam kehidupan nyata, uang kertas Rp 100.000 merupakan bagian dari keseharian. Khusus bagi para pekerja, minimal satu bulan sekali impian memiliki lembaran Rp 100.000 selalu menjadi kenyataan.

Bagi kebanyakan kelompok pekerja, "kebahagiaan" pada umumnya dirasa ketika kalender masih menunjukkan angka "satu digit". Dompet masih terasa tebal, hasrat untuk berbelanja sekehendak hati masih membuncah. Pada saat itu, masuk akal bila selembar uang kertas Rp 100.000 seakan tak ada arti, cepat sekali berpindah tangan.

Namun, hidup terus berjalan, tak berhenti pada pengujung hari ini saja, apalagi hanya pada angka satu digit di kalender. Agar tetap bisa mawas diri dan mengelola keuangan lebih baik, setiap orang perlu merencanakan lebih. Sama-sama selembar uang pecahan Rp 100.000, pilihan penggunaan yang akan menentukan sebesar apa manfaatnya.

Bagi pekerja sekaligus pasangan muda yang belum punya anak, misalnya, disarankan untuk mulai membeli polis asuransi. Salah satu kebutuhan pada masa depan yang butuh antisipasi adalah biaya pendidikan anak. Kabar baiknya, layanan asuransi seperti yang disediakan AXA Mandiri dan AXA sudah pula mencakup kebutuhan tersebut.

Asuransi pendidikan anak merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan. Perencana keuangan Pandji Harsanto dalam blog-nya memberikan penekanan terutama bagi pasangan di bawah usia 30 tahun untuk segera menyiapkan asuransi pendidikan ini.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help