SriwijayaPost/

Jelang USBN, Para Guru Sejarah Mulai Membuat Master Soal

Guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di 17 kabupaten kota membuat master soal.

Jelang USBN, Para Guru Sejarah Mulai Membuat Master Soal
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Sebanyak 30 orang guru sejarah yang tergabung dalam MGMP sedang membuay master soal sejarah untuk USBN. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jelang pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Dinas Pendidikan Sumatera Selatan sudah mulai mengerahkan guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di 17 kabupaten kota membuat master soal.

Seperti yang terlihat di SMA Muhammadiyah 2 Palembang, sebanyak 30 orang guru mata pelajaran sejarah tampak sibuk membuat soal.

Ketua MGMP Sejarah Palembang, Mery Hamraeny, Selasa (7/1) mengatakan, ada empat paket soal yang akan dibuat, dua paket untuk ujian utama, satu paket untuk susulan dan satu paketnya disiapkan untuk soal cadangan.

"Setiap paket juga terdiri dari kurikulum 2013 (K13) dan KTSP," ujarnya.

Mery mengatakan, bobot soal yang dibuat harus seimbang, tingkat kemudahan dan kesulitan disesuaikan dengan standar operasional prosedur.

"Kami menyiapkan soal dengan komposisi soal mudah sebanyak 10 persen, soal dengan kesulitan sedang sebanyak 60 persen dan soal dengan kesulitan tinggi sebanyak 30 persen," ujarnya.

Mery menjelaskan semua soal yang dibuat adalah sejarah umum, dengan kategori soal 40 pilihan ganda dan lima essai. Soal-soal ini diambil dari materi kelas X sampai kelas XII. Dengan persentasi 70 persen kelas XII dan sisanya diambil dari materi kelas sisanya dibagi pada kelas X dan XI," ujarnya.

Mery menargetkan menyelesaikan semua soal ini pada 15 Februari mendatang, lebih cepat dibandingkan jadwal yang ditentukan.

"Dalam pembuatan soal ini kami harus benar-benar bermusyawarah karena kisi-kisi soal yang diberikan bersifat sangat umum, kendalanya hanya ini selebihnya semuanya berjalan lancar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala bidang SMA Disdik Sumsel, Bonny Syafrian mengatakan pembuatan soal USBN diserahkan kepada MGMP yang ada ditiap daerah.

Hal ini sesuai dengan arahan standar operasional prosedur. "Guru MGMP inilah yang membuat soal secara mandiri berpedoman pada penyusunan soal berstandar nasional. Nantinya persentase soal USBN 75 persen buatan guru MGMP setiap provinsi, sedangkan sisanya itu tambahan pusat," ujarnya.

Bonny mengatakan master soal dari setiap MGMP akan digabungkan untuk diseragamkan. Soal inilah yang akan digunakan oleh setiap sekolah dalam pelaksanan USBN nantinya.

"Jadinya semua siswa akan memiliki soal yang sama, tidak lagi sekolah yang membuat soalnya sendiri. Selain itu, untuk USBN hanya ditujukan dalam tiga mata pelajaran yakni, sejarah, PKN dan Pendidikan ilmu agama," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help