Dinas Peternakan OKI Jamin Stok Daging dan Telur Aman
Dinas Peternakan Kabupaten OKI menjamin stok daging dan telur ayam masih aman hingga hari raya Idul Fitri nanti.
Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Dinas Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjamin stok daging dan telur ayam masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten OKI di hari Raya Idul fitri 1437 Hijriah.
"Kebutuhan daging untuk masyarakat meningkat, kita sudah mengantisipasi jangan sampai kekurangan daging, kita telah menyiapkan stok sapi sebanyak 300 ekor untuk memenuhi permintaan Masyarakat," kata Kadin Peternakan Aris Panani SP, Minggu (3/7/2016).
Menurut Aris, masyarakat OKI tidak perlu khawatir, stok daging sapi di OKI sudah cukup. "Untuk stok sapi sekitar 300 ekor sapi, yang dipasok bukan hanya dari kelompok tani di OKI saja, tetapi ada juga pasokan dari Lampung, kebutuhan daging sapi ini tidak jauh berbeda dengan lebaran tahun sebelumnya,” ujar Aris.
Janis sapi yang telah disiapkan itu bermacam-macam, diantara jenis sapi PO (ukuran besar), sapi lokal dan jenis sapi lainnya.
"Sapi ini datangnya tidak sekaligus, melainkan berangsur-angsur, sudah masuk sejak awal Ramadhan untuk memenuhi Kebutuhan di bulan puasa, sampai di hari raya, kebutuhan masyarakat untuk membeli daging mengalami lonjakan memasuki H-3 sampai H-1 Lebaran,” ungkap Kadin Peternakan.
Selain stok daging sapi yang sudah siap, stok ayam juga banyak sekitar 150 ribu ekor ayam, ayam ini dipasok dari 30 kandang ayam milik petani di OKI.
"Dalam satu kandang terdapat kurang lebih 5000 ekor ayam, di OKI ada sekitar 30 kandang ayam yang dikelola oleh petani, secara keseluruhan berjumlah kurang lebih 150 ekor ayam,” terangnya.
Diakuinya kebutuhan daging baik sapi maupun ayam di OKI terbilang tinggi, kebutuhan daging sapi untuk para konsumen dalam satu bulan saja mencapai 72 Ton, sementara kebutuhan daging ayam mencapai 100 ton per bulan.
"Kita bersyukur sampai sekarang semua kebutuhan itu bisa terpenuhi, walupun hargnya memang mahal,” jelas Aris.
Kebutuhan telur ayam negeri juga sangat tinggi sekitar 1-2 ton perbulan, kemudian selama bulan puasa saat ini dan lebaran nanti kebutuhan daging dan telur meningkat dari hari-hari biasanya.
"Untuk kebutuhan telur selama puasa dan lebaran rata-rata mencapai 5 ton,” tuturnya seraya mengatakan kebutuhan telur itu wajar karena keperluan masyarakat untuk membuat kue lebaran.
Lanjut Aris, bahwa pihaknya juga terus memantau kondisi kesehatan ternak yang masuk, agar benar-benar sehat sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
"Masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi daging, setiap hari tim kita dari UPTD peternakan selalu mamantau kondisi kesehatan ternak,” ungkap Aris.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Iskandar ZA, berharap dengan adanya stok daging yang cukup untuk kebutuhan lebaran, kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
"Kita akui harga daging sangat mahal, saat ini sudah mencapai Rp 140 ribu per kg, itu tidak bisa dihindarkan, karena memang harga sapinya juga naik selama puasa dan menjelang lebaran, tetapi kita tetap pantau jangan sampai ada daging oplosan di pasaran, harganya juga terus kita pantau," singkat Iskandar.