Perum Perumnas Bantah Sediakan Calo

"kami tidak pernah memberikan instruksi apapun untuk membeli unit rusun tersebut," Manajer Proyek Rusunami, Leo Manurung.

Tayang:
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Seorang warga sedang melintas di kawasan Rusun 24 Ilir Palembang, Kamis (23/4/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Jelang realisasi peremajaan atau revitalisasi bangunan rumah susun (rusun) di kawasan 23 Ilir dan sekitarnya, sejumlah penghuni mengaku banyak bekeliaran makelar atau calo yang diduga sejumlah warga dari pihak Perum Perumnas.

Terkait hal tersebut, pihak Perum Perumnas membantah hal tersebut. "kami tidak pernah memberikan instruksi apapun untuk membeli unit rusun tersebut, jika pemilik rusun melakukan transaksi jual beli dengan pihak lain kami persilakan, tak ada kewenangan kami untuk melarangnya," ujar Manager Proyek Rusunami Perum Perumnas, Leo Manurung, Selasa (13/10) saat dihubungi via telpon.

Para makelar ini mengaku siap membeli rumah yang ditinggali warga tersebut dengan harga yang cukup tinggi. Seperti disampaikan seorang warga di blok 13 yang mengaku rumahnya ditawar orang untuk dibeli.

Ia menawarkan harga Rp 100 juta dengan harapan si calon pembeli mengurungkan niatnya. Ternyata, calon pembeli ini hanya menawar untuk minta dikurangi Rp 5 juta atau menjadi Rp 95 juta. Hal ini diakui warga cukup mengejutkan penghuni rusun, dimana belakangan banyak bermunculan calo atau makelar yang gencar menawarkan diri untuk membeli rusun.

"Ya kan kalau mereka beli sekarang dengan harga yang relatif murah, nanti pas revitalisasi mereka dapat bantuan uang sewa. Terus kalau sudah jadi kan ini bakal seperti apartemen, harganya bisa lebih empat kali lipat, disitu kami merasa ada permainan dari banyak pihak," ungkap salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Ditambahkan warga lainnya, mereka curiga makelar ini dibekingi oleh orang 'kuat' yang nantinya berharap keuntungan besar dari hasil revitalisasi rusun yang rencananya dimulai akhir tahun ini.

"Dulu tidak ada yang tertarik untuk membeli, kenapa ketika mencuat rencana revitalisasi banyak yang menawar ingin membeli rumah kami, mereka ingin ambil keuntungan besar pastinya," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved