Letkol ARH Syaeful Mukti Ginanjar Resmi Jabat Kapendam

Begitu juga dengan posisi yang dijabat. Seperti perjalanan karir Letkol ARH Syaepul Mukti Ginanjar yang resmi menjabat sebagai Kapendam II Sriwijaya.

Letkol ARH Syaeful Mukti Ginanjar Resmi Jabat Kapendam
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Kapendam II Sriwijaya yang baru, Letkol ARH Syaeful Mukti Ginanjar.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Bertugas dimanapun tempatnya, sudah menjadi hal yang biasa dan rutinitas bagi seorang prajurit TNI AD. Begitu juga dengan posisi yang dijabat. Seperti perjalanan karir Letkol ARH Syaepul Mukti Ginanjar yang resmi menjabat sebagai Kapendam II Sriwijaya.

"Dimana pun bertugas kita selalu siap. Saya sendiri sudah bertugas pada beberapa daerah di Indonesia. Baik di Pulau Jawa mau pun Pulau Sumatera. Namun untuk bertugas di Kodam II Sriwijaya ini baru pertama kalinya," ujar Letkol ARH Syaepul Mukti Ginanjar, kepada Sripoku.com seusai Sertijab di Gedung Sudirman Makodam II Sriwijaya Palembang.

Dalam bertugas dan apa pun jabatan yang diemban, pria lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1994 ini memiliki prinsip tersendiri dalam dirinya. Selain harus komitmen dan bertanggung jawab, tugas yang dijalankan harus sesuai aturan. Karena jabatan dalam tugas adalah amanah dari atasan dan menjadi sebuah kepercayaan bagi jabatan yang diemban.

"Namun yang terpenting dalam bertugas itu, saya berprinsip dimana pun bertugas saya selalu mencari saudara. Dengan siapapun dan kapanpun, saya selalu mencari saudara," ujar perwira TNI AD ini yang pernah menjabat sebagai Dandim 0204/Deli Serdang dan terakhir sebagai staf Pabandya-3/RB Spadan II/Jemen Srenad.

Menjabat sebagai Kapendam II Sriwijaya merupakan corong atau juru bicara bagi Kodam II Sriwijaya. Pria asli Sukabumi Jawa Barat ini bertekad akan tetap untuk selalu membangun citra positif Kodam II Sriwijaya.

"Yang terpenting kita tetap jalin komunikasi dengan baik. Terutama kepada rekan-rekan pers, karena sudah tugas utama Kapendam agar masyarakat tahu dengan kegiatan Kodam II Sriwijaya. Setiap manusia memiliki kekurangan, namun komunikasi tetap harus dijalin," ujar pria kelahiran Sukabumi Jawa Barat 29 April 1973 yang telah memiliki tiga anak.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved