Warga Lematang Sudah 3 Hari Blokir Jalan Servo
"Mengenai masalah tuntutan warga Desa Muara Lematang silahkan saja. Sebelumnya, sudah ada dana kompensasi Desa Suka Merindu...
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Hendra Kusuma
“Ini hari ketiga, kami masih melakukan penutupan jalan Servo. Kami di sini menuntut hak kami. Jadi tolong kami jangan di intimidasi dan ditakut-takuti,” tukas Koordinator, Aksi Parija.
Menurut Parija, sejak aksi penutupan yang dilakukan warga kemarin (Sabtu,red), pihak PT Servo sudah beberapa kali bertemu dengan mereka, namun sepertinya, bukan difocuskan membahas masalah ganti rugi tetapi minta pagar pembatas jalan untuk dicabut dan menghentikan aksi.
Jika tidak mau justru kami diancam akan dituntut secara hukum dengan alasan telah menganggu kegiatan perusahaan dan lain-lain. Sepertinya alasan itu dibuat-buat dan membingungkan masyarakat yang sebenarnya menjadi korban ketidakadilan.
“Bahkan kami hari ini ditantang belago. Kami katakan betujahan lagi jadi. Pokoknya, kami akan pertahankan sampai titik darah penghabisan," ujarnya.
Dijelaskan Parija, bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekesalan dan protes warga terhadap ganti rugi yang telah dilakukan oleh PT Servo kemarin (Jumat,red). Sebab dinilai salah alamat, karena yang menerima ganti rugi bukan mereka. Akibat salah bayar itu warga memagari jalan servo tersebut sehingga tidak bisa menuju ke pelabuhan Muara Lematang serta membuat dapur umum.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Pemkab Muaraenim Bulgani Hasan, memang dari awal perintisan oleh PT Servo dan Pemkab Muaraenim, lokasi tersebut adalah rawa-rawa. Namun, setelah itu banyak tanam tumbuh. Lalu oleh tim Pemkab Muaraenim dilakukan pendataan dan diberikan uang kompensasi bukan ganti rugi.
Kemudian PT Servo melakukan pelebaran jalan kiri dan kanan seluas empat meter. Hal inilah yang menjadi permasalahan dan telah dilakukan pelacakan siapa saja pemiliknya.
"Mengenai masalah tuntutan warga Desa Muara Lematang silahkan saja. Sebelumnya, sudah ada dana kompensasi Desa Suka Merindu, Danau Tampang, Kasai, Sungai Rotan, Tanding Marga tinggal 14 orang," ujar Bulgani.