Berita Video

VIDEO : Sopir di OKU Timur Viral usai Ngaku Dibegal, Tapi Polisi Sebut Ada yang Janggal

Dari hasil pengecekan awal, polisi menemukan beberapa kejanggalan dalam pengakuan sopir tersebut.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Ahmad Sadam Husen

SRIPOKU.COM, OKU TIMUR -- Pengakuan seorang sopir pikap yang mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Irigasi Desa Pahang Asri, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur, menimbulkan sejumlah kejanggalan bagi pihak kepolisian.

Peristiwa yang sempat menghebohkan warga itu disebut terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Sopir tersebut mengklaim kehilangan uang tunai sebesar Rp17 juta setelah dihadang pelaku begal saat melintas di jalan yang relatif sepi.

Kapolsek BP Peliung Iptu Jendri Simanjuntak menjelaskan bahwa pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat untuk memastikan kebenaran kejadian tersebut.

Dari hasil pengecekan awal, polisi menemukan beberapa kejanggalan dalam pengakuan sopir tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, sopir itu mengaku berangkat dari wilayah BK 12 Belitang menuju Muara Enim untuk mengambil muatan dan memilih melintas melalui Jalan Irigasi Desa Pahang Asri.

Namun menurut pihak kepolisian, sopir tersebut biasanya melintas melalui jalur utama Martapura–Belitang yang lebih ramai dan bahkan melewati kantor Polsek BP Peliung.

Selain itu, sopir yang biasanya bekerja bersama seorang kenek itu mengaku berkendara sendirian saat kejadian.

Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun kerusakan pada kendaraan, meskipun sopir tersebut mengaku sempat dipukul dan diancam menggunakan senjata tajam.

Kondisi jalan di lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian diketahui sedang dalam tahap perbaikan, sehingga semakin menambah keraguan terhadap kronologi yang disampaikan.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polres OKU Timur untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres OKU Timur Rendi Ramadhona membenarkan adanya informasi awal terkait dugaan pembegalan tersebut.

Namun hingga Sabtu siang, sopir yang mengaku menjadi korban belum kembali ke kantor polisi untuk membuat laporan resmi sehingga polisi masih mendalami berbagai kejanggalan guna memastikan apakah benar terjadi aksi pembegalan atau terdapat cerita lain di balik kejadian tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved