Breaking News

Sumsel United

Eks Penyerang Sayap Sumsel United Bayu Gatra Diminati Empat Klub

Meski mendapat tawaran dari empat tim, eks penyerang sayap Sumsel United Bayu Gatra mengaku masih belum memastikan berlabuh di klub mana musim depan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz Sripo
MO Sumsel United
DITAWARI EMPAT TIM - Meski sudah mendapat tawaran dari empat tim, penyerang sayap Sumsel United musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 Bayu Gatra mengaku masih belum memastikan bakal berlabuh di klub mana musim depan. 

Ringkasan Berita:
  • Bayu Gatra belum menentukan klub baru meski telah mendapat tawaran dari empat tim berbeda
  • Penyerang sayap asal Jember ini sedang menikmati liburan keluarga di Hong Kong pascamusim kompetisi
  • Bayu Gatra memiliki rekam jejak panjang di sepak bola nasional termasuk membela Tim Nasional Indonesia
  • Sang pemain mengutamakan aspek keseriusan dan kenyamanan dalam memilih pelabuhan karier selanjutnya

SRIPOKU.COM - Meski sudah mendapat tawaran dari empat tim, penyerang sayap Sumsel United musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 Bayu Gatra mengaku masih belum memastikan bakal berlabuh di klub mana musim depan.

"Ada sih beberapa tim yang ngubungi. Tiga sampai empat tim yang sudah nawari. Tapi kan saya belum memastikan mau ke mana. Nanti kalau sudah pasti," ungkap Bayu Gatra kepada Sripoku.com, Kamis (11/6/2026).  

Bahkan Bayu Gatra yang pernah memperkuat Sriwijaya FC saat masih di Liga 1 2016 mengaku juga mendapat tawaran dari tim Liga 1.

"Ada dari liga 1 tapi pihak agen yang nawari. Kalau saya sih pinginnya tim yang serius dan juga nyaman," kata penyerang sayap kelahiran Jember, Jawa Timur, 11 November 1992.

Bayu Gatra yang dikaruniai anak bernama Muhammad Messi Gatra & Chelsea Rahmadani Gatra buah pernikahannya dengan Venty Dwi Pratiwi barangkali bakal menyaksikan Piala Dunia 2026 ini sambil mengisi liburan di negara Hong Kong.

"Iya ini lagi liburan bareng keluarga di Hong Kong," katanya.

Bayu Gatra dikenal memiliki kecepatan dan kelincahan sebagai penyerang sayap merupakan nama yang tidak asing di dunia sepak bola nasional.

Ia meniti kariernya dengan cara yang tak biasa: tanpa melalui sekolah sepak bola formal.

Ia justru belajar bermain bola secara otodidak, mengikuti jejak sang ayah yang juga pemain tarkam legendaris di daerah asalnya.

Sejak SMP, Bayu aktif bermain di turnamen antar kampung (tarkam) dan mulai mendapatkan bayaran antara Rp 30 ribu hingga Rp250 ribu per pertandingan.

Keinginan untuk menjadi pemain profesional mendorongnya bergabung dengan Persid Jember, sebelum akhirnya hijrah ke Persekap Pasuruan pada tahun 2008.

Setelah sempat dihantam cedera lutut pada 2010 dan harus absen setahun, Bayu bangkit dan mengikuti trial di tim U-21 Persisam Samarinda.

Kariernya terus menanjak hingga mengantarkannya ke berbagai klub besar di tanah air.

Prediksi Grup L Piala Dunia 2026: Misi Balas Dendam Inggris terhadap Kroasia

Pernah Bela Timnas Garuda

Bayu Gatra dikenal luas ketika memperkuat timnas Indonesia U-23 pada 2013–2014, dan debut bersama timnas senior dalam laga persahabatan kontra Andorra pada 26 Maret 2014. Ia juga masuk skuad Piala AFF 2014 dan 2016.

Penampilan cemerlangnya membuat sejumlah klub Liga 1 merekrutnya, termasuk Sriwijaya FC, Madura United, dan PSM Makassar.

Selama dua musim di Madura United, Bayu mencatatkan 79 penampilan dan 9 gol.

Setelah berkelana ke berbagai klub, terakhir Bayu Gatra bermain untuk Semen Padang sebelum dipinjamkan ke Persela Lamongan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved