Penyelamatan Klub Sriwijaya FC
Upaya Penyelamatan Sriwijaya FC agar Tetap Menjadi Kebanggaan Masyarakat Sumatra Selatan
Mohammad David mengaku telah meminta kepada perwakilan owner Laskar Wong Kito untuk ikut menyelamatkan klub agar tetap bertahan di Sumsel
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz Sripo
Ringkasan Berita:
- Mohammad David meminta mandat untuk menyelamatkan Sriwijaya FC agar tetap bertahan di Sumatera Selatan
- Sriwijaya FC dipastikan terdegradasi ke Liga 3 setelah kompetisi musim 2025/2026 berakhir
- Manajemen klub berharap adanya investor baru sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
- Alexander Rusli masih memegang saham mayoritas klub melalui perusahaan Digi Sport Asia
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wapres Sriwijaya FC Mohammad David mengaku telah meminta kepada perwakilan owner Laskar Wong Kito untuk ikut menyelamatkan klub agar tetap bertahan menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel.
"Saya sudah ngobrol dengan Pak Anggoro Prajesta (perwakilan owner yang juga Direktur Olahraga Sriwijaya FC). Saya juga sudah ngomong, kalau bisa kita dimandatkan untuk ikut menyelamatkan Sriwijaya FC, tapi tidak ada yang mengganggu. Kita akan tetap cinta dengan SFC meski berada di Liga 3," ungkap Mohammad David kepada Sripoku.com, Selasa (2/6/2026).
CEO David FC ini berharap ke depannya Sriwijaya FC tidak diboyong keluar Sumsel dan juga tidak berganti nama sehingga tetap menjadi tim sepakbola kebanggaan wong kito yang pernah meraih double winner.
"Kita khawatir jangan sampai tim ini dibawa ke luar Sumsel dan berubah nama. Makanya harapan kita pemiliknya wong Sumsel agar Sriwijaya FC ini tidak keluar dari Sumatera Selatan ini," ujar Mohammad David yang juga Ketua IJTI Sumsel.
Ketua Umum Askot PSSI Palembang ini mengajak para pengusaha dan penggila bola di Sumsel untuk sam-sama ikut menyelamatkan tim Sriwijaya FC yang kini harus menghuni kasta Liga 3.
"Pengennya Sriwijaya FC dibantu juga oleh wong-wong Sumsel. Saya sendiri siap di kepengurusan SFC," pungkasnya.
Sementara Kuasa Hukum Sriwijaya FC, Berman Limbong SH MH berharap sebelum RUPS (Rapat Pemegang Saham) PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri), klub ini bakal ada investor baru yang memiliki terobosan agar di kompetisi 2027 bisa kembali ke Liga 2.
"Ya syukur-syukur sebelum RUPS ada investor baru, ya biar sekaligus. Siapa tahu beliau punya terobosan. Sejauh ini saya lihat berharap ada investor baru. Bahwasannya berapa, kita gak tahu. Pertimbangannya di Pak Alex. Kalau pandangan dari saya pribadi, ya harus ada investor yang konsen juga ke situ. Dan mimpi besar kita sih sebenarnya 2027 dia balik lagi ke Liga 2. Tapi seiring dengan mimpi itu kan, pembenahan di sana-sini bisa dilakukan dengan biaya yang tidak terlalu besar," ungkap Berman LImbong kepada Sripoku.com.
Berman Limbong yang juga Direktur Kompetisi PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku menajemen pengelola Sriwijaya FC mengaku pasca tuntasnya kompetisi Pegadaian Liga 2 2025/26, yang pasti Laskar Wong Kito kini harus menghuni Liga 3.
"Kabar Sriwijaya FC saat ini yang pasti kita masuk Liga 3. Baru itu. Mengenai berita terkait perkembangannya mau bagaimana jadinya nanti pengelolaannya seperti apa, sejauh ini belum. Akan dibawa kemana," kata Limbong.
Ia juga mengaku klub sepakbola yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan dengan prestasi doubel winner hingga kini pemiliknya masih dipegang penguasaha berdarah Padang-Palembang, Alexander Rusli yang menjabat Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) perusahaan pengelola Sriwijaya FC dan juga merupakan pemilik saham terbesar melalui Digi Sport Asia.
Ketua Umum Askot PSSI Palembang ini mengajak para pengusaha dan penggila bola di Sumsel untuk sama-sama ikut menyelamatkan tim Sriwijaya FC yang kini harus menghuni kasta Liga 3.
Berman Limbong melihat situasi saat ini jauh lebih bagus, terkait menyikapi posisi Sriwijaya FC saat ini berada di Liga 3.
"Ini kan juga pengumuman dari PT LIB masih baru. Kalau saya melihatnya dengan situasi ini, jauh lebih bagus. Kalau mau menata lagi dari nol, dari awal. Menurut saya itu sangat baik," katanya.
Hanya saja menurut Bemrna Limbong, nantinya tergantung bagaimana pengelolaan. Artinya ketika ada juga katakanlah pihak ketiga yang akan ikut, tentunya dia bisa berhitung.
"Personal cost untuk Liga 3 dibandingkan dengan Liga 2 itu sangat berbeda ya. Dan gaji pemain juga menurut saya juga berbeda dengan Liga 2. Tapi ini kan belum kita putuskan, belum RUPS. Nanti mungkin dalam waktu dekat ini akan RUPS membahas itu. Termasuk target-targetnya," pungkasnya.
| Kuasa Hukum Sriwijaya FC Berharap Ada Investor Baru Sebelum RUPS PT SOM |
|
|---|
| Masih Diskusi dengan Keluarga, Anggoro Belum Pastikan Gabung Kembali ke Sriwijaya FC Musim Depan |
|
|---|
| Anggoro Prajesta Resmi Mundur dari Direktur Olahraga Sriwijaya FC, 'Saya Jadi Fans Aja' |
|
|---|
| Manajemen Ungkap Penyebab Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3 Musim Depan: Sudah Lama Kronis |
|
|---|
| Sriwijaya FC Akan Diakuisisi Investor Baru Musim Depan, Manajemen Pastikan Pertahankan Identitas Tim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/DAVID-AJAK-SELAMATKAN-SFC.jpg)