Sriwijaya FC

Manajemen Ditantang Profesional, Singa Mania: Pertahankan SFC di Liga 2!

Ketua Umum Singa Mania Yayan Hariansyah S.Sn., M. Sn meminta manajemen Sriwijaya FC menunjukkan profesionalnya untuk menyelamatkan Elang Andalas

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz Sripo
DOK. SINGA MANIA
YAYAN HARIANSYAH KETUA - Ketua Umum Singa Mania Yayan Hariansyah S.Sn., M. Sn meminta manajemen Sriwijaya FC menunjukkan profesionalnya untuk menyelamatkan Elang Andalas bisa bertahan di Liga 2 (Pegadaian Championship). 

Ringkasan Berita:
  • Sriwijaya FC terpuruk di dasar klasemen Liga 2 dengan hanya 2 poin dari 13 laga, terancam degradasi ke Liga 3. 
  • Suporter Singa Mania mendesak manajemen berbenah profesional dan berharap ada investor baru untuk menyelamatkan klub. 
  • Pelatih Budi Sudarsono fokus agar tim tetap bertanding meski krisis finansial membuat skuat minim pemain dan latihan tidak jelas.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Umum Singa Mania Yayan Hariansyah S.Sn., M. Sn meminta manajemen Sriwijaya FC menunjukkan profesionalnya untuk menyelamatkan Elang Andalas bisa bertahan di Liga 2 (Pegadaian Championship).

"Berbenahlah agar profesional mengelola tim ini. Suka tidak suka, tunjukkan profesional. Kami suporter tidak ada lagi tuntutan, kecuali pertahankan Sriwijaya FC di Liga 2," ungkap Ketua Umum Singa Mania Yayan Hariansyah S.Sn., M. Sn kepada Sripoku.com, Selasa (30/12/2025).

Yayan Hariansyah mengatakan, suporter masih berharap manajemen profesional menangani Sriwijaya FC. Meskipun kondisi tim terpuruk, manajemen carut-marut. Baik dalam hal finansial maupun psikologis.

"Kami paham kondisi klub dan manajemen Sriwijaya FC sekarang ini. Suporter tetap mendukung, tetap setia, meski sedih prihatin tim ini. Kami paham bahwa pemimpin di sini tidak mendukung SFC yang telah mengharumkan nama Sumsel," ujar aktivis yang dijuluki Yayan Joker. 

Awal tahun 2026 bisa menjadi titik balik sejarah bagi Sriwijaya FC. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini tengah berada di persimpangan jalan, bangkit dari keterpurukan atau terjerembab ke Liga 3.

Elang Andalas kini terpuruk di dasar klasemen grup barat Pegadaian Championship 2025/26 dengan hanya 2 poin dari 13 laga, terpaut 9 angka dari Persekat Tegal. Kekalahan terbaru Sriwijaya FC 1-3 dari PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring semakin menegaskan betapa rapuhnya skuat yang ditinggalkan banyak pemain akibat krisis finansial.

Momen Sriwijaya FC agar bisa bertahan di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 itu dengan suntikan finansial yang dikabarkan bakal hadirnya investor yang mengakuisisi saham kepemilikan Elang Andalas, serta jor-joran mendatangkan pemain gacor pada bursa transfer 10 Januari - 6 Februari 2026.

Sebaliknya jika investor batal menyuntikkan dana ataupun mengakuisi, PT Digi Sport Asia yang selama ini menjadi pemegang saham mayoritas PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku manajemen pengelola Sriwijaya FC harus berusaha lebih keras lagi membiayai tim ini agar tidak terdegradasi ke Liga 3 (Liga Nusantara) musim depan.

Sriwijaya FC dengan sisa pemain yang ada hingga laga ke-13 Pegadaian Championship 2025/26 masih menjadi juru kunci peringkat 10 klasemen sementara grup wilayah barat dengan raih 2 poin. Terpaut 9 angka dengan Persekat Tegal yang berada di peringkat 9 (13 poin).

Dari pantauan Sripoku.com, pasca laga ke-13 ditekuk PSMS Medan dengan skor 1-3 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (27/12/2025) lalu, skuat masih belum menggelar latihan persiapan untuk menghadapi laga selanjutnya.

Sriwijaya FC akan menjalani laga ke-14 menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (4/1/2026) pukul 15.30 mendatang. 

Ketika hal ini dikonfirmasikan, pelatih kepala Sriwijaya FC Budi Sudarsono tidak menampik belum adanya kejelasan dari pihak manajemen untuk menggelar latihan persiapan tim Elang Andalas.

Budi Sudarsono yang mantan striker Timnas Indonesia dengan julukan Ular Piton dan Budigol ini tidak menampik kemungkinan Sriwijaya FC baru akan latihan pada saat OT (Official Training) seperti jelang menghadapi PSMS Medan laga ke-13 yang lalu.

"Kayaknya sama (seperti hendak melawan PSMS Medan)," kata Budi Sudarsono.

Usai pertandingan lawan PSMS Medan, Pelatih Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, mengakui kondisi tim yang jauh dari ideal.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved