Sriwijaya FC
Empat Eks Sriwijaya FC Jadi Penjaring Bintang PAPP Sumsel
Empat sosok legendaris Sriwijaya FC kini kembali ke lapangan, bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pencari bibit emas sepakbola Sumatera Selatan.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz Sripo
Ringkasan Berita:
- Empat eks Sriwijaya FC ditugaskan menyeleksi atlet sepakbola program PAPP Sumsel.
- Seleksi digelar di 4 zona.
- Target awal PAPP melahirkan melahirkan pemain muda berprestasi.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Empat sosok legendaris Sriwijaya FC kini kembali ke lapangan, bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pencari bibit emas sepakbola Sumatera Selatan.
Legend Sriwijaya FC ini ditugaskan Dispora Sumsel (Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Selatan) untuk memimpin seleksi atlet pelajar dalam program Pembinaan Atlet Pelajar Provinsi (PAPP). Sebuah proyek ambisius yang digadang menjadi “pabrik” lahirnya pesepakbola masa depan.
Empat nama besar legend Sriwijaya FC di balik seleksi PAPP. Ada Indrayadi SE, mantan Direktur Teknik PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) dan juga eks pelatih kiper Sriwijaya FC, kini dipercaya mengawali proses seleksi.
Lalu ada sosok Amirul Mukminin, eks kapten tim Sriwijaya FC, yang saat ini merupakan Asisten Pelatih Sumsel United FC di musim Kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
Kemudian ada sosok Jarot, sang gelandang Sriwijaya FC era 2005/2006, kini eksis sebagai Direktur Pengembangan & Pembinaan PS Palembang.
Terakhir ada Septariyanto, eks gelandang Sriwijaya FC asal Muaraenim. Jebolan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Selatan, terakhir bermain di Sriwijaya FC musim 2014.
Mereka bukan sekadar pelatih, melainkan saksi hidup perjalanan panjang Sriwijaya FC yang pernah berjaya di pentas nasional.
Empat eks Sriwijaya FC kini bukan lagi sekadar legenda masa lalu. Mereka adalah “penjaring bintang” yang akan menentukan siapa saja yang pantas menjadi wajah baru sepakbola Sumsel.
Seleksi 4 Zona dimulai 22 November 2025 di empat zona:
Lubuklinggau (137 pemain)
Lahat (150 pemain)
Baturaja/OKU (64 pemain)
Palembang (300 pemain)
Ratusan remaja berkaus bola sederhana, penuh semangat, berlari di lapangan dengan satu mimpi, menjadi pesepakbola profesional.
Peserta terbaik akan diasramakan di Wisma Atlet Jakabaring Sport City Palembang. Di sana mereka akan berada ditempa bukan hanya fisik, tapi juga mental dan psikologi. Seleksi dilakukan dua tahap, dengan sistem degradasi: yang tak berkembang akan dikembalikan ke daerah asal.
Kepala Dispora Sumsel, Dr H Rudi Irawan SSos MSi , menegaskan PAPP adalah “angin segar” pembinaan sepakbola Sumsel. Target awal adalah prestasi di level junior seperti Piala Suratin, sebelum melangkah ke panggung lebih besar.
“Pemerintah memberikan kesempatan kepada anak-anak menunjukkan potensi untuk bisa berkontribusi menjadi pemain sepak bola profesional. Itulah dasar kita membuka PAPP sebagai pemusatan latihan,” ujar Rudi Irawan.
Dengan dua klub profesional yang ada di Sumsel (Sriwijaya FC dan Sumsel United) dan SSB yang tumbuh di seluruh kabupaten/kota, PAPP diharapkan menjadi jembatan antara impian anak-anak kampung dengan panggung sepakbola nasional.
| Siasati Mepet Keberangkatan Sriwijaya FC, Iwan Setiawan: Gak Perlu OT! |
|
|---|
| Manajemen Baru Sriwijaya FC Pastikan Pelunasan Tunggakan Gaji Pemain Meski Degradasi ke Liga 3 |
|
|---|
| Sriwijaya FC Belum Temukan Finisher Hebat di Putaran Ketiga |
|
|---|
| Sriwijaya FC Minim Gol, Iwan Setiawan Ungkap Biang Keroknya: Cepat Saja Tidak Cukup! |
|
|---|
| Janji Habis-habisan di 3 Laga Sisa Sriwijaya FC, Coach Iwan: Tolong Jangan Ragukan Totalitas Kami! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/SELEKSI-ATLET-SEPAKBOLA.jpg)