Breaking News

Berita Lubuklinggau

Sidak SPBU di Lubuklinggau Diduga Bocor, Walikota Yoppy Karim Tak Temukan Mobil Tangki Modifikasi

Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat atau Yoppy Karim, melakukan inspeksi mendadak.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Odi Aria
Handout
SIDAK SPBU BOCOR- Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat saat melakukan sidak SPBU, Jumat (12/6/2026). Sidak tersebut diduga telah bocor sehingga kendaraan-kendaraan yang selama ini dicurigai tidak terlihat di lokasi. 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Lubuklinggau Yoppy Karim melakukan sidak ke sejumlah SPBU 
  • Sidak dilakukan usai Pemkot Lubuklinggau menerima laporan masyarakat terkait dugaan penimbunan dan pengisian BBM subsidi menggunakan mobil tangki modifikasi
  • Dalam sidak tersebut tidak ditemukan kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran,
  • Sejumlah mobil yang diduga dimodifikasi tidak terlihat saat pemeriksaan berlangsung sehingga muncul dugaan informasi sidak telah bocor

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU- Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat atau Yoppy Karim, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (12/6/2026).

Sidak tersebut dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait dugaan praktik penimbunan dan pengisian BBM subsidi menggunakan mobil dengan tangki modifikasi.

Namun saat sidak berlangsung, petugas tidak menemukan kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran maupun pengisian berulang menggunakan tangki modifikasi.

Bahkan, muncul dugaan informasi sidak telah bocor sehingga kendaraan-kendaraan yang selama ini dicurigai tidak terlihat di lokasi.

"Sudah keluar galo, tadi banyak mobil modif," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Yoppy Karim mengaku pihaknya memang sempat mencurigai beberapa kendaraan yang mengantre di SPBU. Namun setelah dilakukan pemeriksaan langsung, tidak ditemukan adanya pelanggaran.

"Kami turun langsung karena banyak laporan masyarakat yang masuk melalui media sosial. Memang ada beberapa kendaraan yang kami curigai, tetapi setelah diperiksa tidak ditemukan pelanggaran. Saat ini masih sebatas dugaan masyarakat," kata Yoppy.

Meski belum menemukan praktik penyalahgunaan BBM subsidi, Yoppy menilai persoalan antrean panjang di SPBU tetap menjadi perhatian serius karena berdampak terhadap kelancaran lalu lintas.

Menurutnya, banyak kendaraan yang sudah memarkirkan kendaraannya sejak siang bahkan pagi hari untuk menunggu jadwal pengisian BBM pada malam hari.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.

"Kami mengimbau pihak SPBU agar lebih tertib mengatur antrean. Jangan sampai kendaraan sudah disuruh antre sejak siang atau pagi hari karena berpotensi menimbulkan kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lainnya," ujarnya.

Berdasarkan hasil dialog dengan masyarakat serta pengecekan langsung di lapangan, Yoppy menyebut antrean panjang BBM tidak sepenuhnya disebabkan oleh praktik penimbunan atau pelangsiran.

Menurutnya, tingginya jumlah kendaraan angkutan yang melakukan pengisian pada waktu yang bersamaan juga menjadi faktor utama terjadinya antrean.

Meski demikian, Pemerintah Kota Lubuklinggau bersama Satgas BBM Bersubsidi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM subsidi di daerah tersebut.

Langkah itu dilakukan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran, mengurangi potensi penyalahgunaan, serta mencegah munculnya kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

"Kami akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi bersama pihak terkait agar distribusi BBM subsidi berjalan lebih baik dan tepat sasaran," tegas Yoppy.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved