Berita Lubuk Linggau

Duda dan Gadis Tanpa Ikatan Nikah di Lubuk Linggau Digerebek Warga, Dinikahkan dan Cuci Kampung

Warga Perumahan Griya Fatmawati, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, menggerebek pasangan pria dan wanita tanpa nikah.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
DIGEREBEK WARGA - Tangkapan layar Wh berstatus sebagai duda dan wanita inisial Ds yang berstatus sebagai gadis digerebek warga di Perumahan Griya Fatmawati Kelurahan Taba Jemekeh Lubuk Linggau, Sabtu (9/5/2026) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Pasangan bukan suami istri (Wh dan Ds) diamankan warga Perumahan Griya Fatmawati, Lubuklinggau, setelah kedapatan berada dalam satu rumah tanpa ikatan sah.
  • Berdasarkan kesepakatan keluarga, pasangan tersebut akan dinikahkan dan diwajibkan menjalani ritual cuci kampung sesuai adat setempat untuk meredam keresahan warga.
  • Mediasi sempat tegang dan nyaris berujung bentrok dengan kerabat wanita, namun akhirnya diselesaikan secara damai melalui pertemuan orang tua kedua belah pihak.

 

Baca juga: Polisi Cegat Pengendara Brio di Ogan Ilir Sumsel, Kedapatan Simpan Revolver

SRIPOKU.COM, LUBUK LINGGAU – Warga Perumahan Griya Fatmawati, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, menggerebek sepasang pria dan wanita yang diduga tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan sah, Sabtu (9/5/2026) malam. Pasangan tersebut diketahui berinisial Wh, seorang pria berstatus duda, dan Ds, seorang wanita berstatus gadis.

Ketua RT 07 Kelurahan Taba Jemekeh, Wawan, mengonfirmasi kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil pertemuan antara warga dan keluarga kedua belah pihak, pasangan ini sepakat untuk dinikahkan dan menjalani sanksi adat berupa ritual cuci kampung.

"Keputusan pertemuan malam tadi dengan kedua orang tuanya adalah untuk dinikahkan. Namun, kepastian pelaksanaannya dikembalikan lagi kepada keluarga karena status pria tersebut dikabarkan belum sepenuhnya putus perceraian dengan istri pertamanya," jelas Wawan, Minggu (10/5/2026).

Selain kesepakatan menikah, kedua keluarga juga bersedia menjalani ritual cuci kampung sesuai dengan adat istiadat daerah setempat guna membersihkan lingkungan dari hal-hal negatif.

Penggerebekan ini dipicu oleh kekesalan warga yang sering melihat pasangan tersebut berada di dalam rumah dalam waktu lama tanpa status yang jelas.

Puncaknya, pada Sabtu malam, warga mendatangi rumah Wh dan meminta keterangan mengenai hubungan keduanya.

Suasana sempat memanas ketika adik dari pihak wanita (Ds) tiba di lokasi dan terlibat adu mulut dengan warga.

Ketegangan nyaris berujung pada adu jotos, namun situasi berhasil diredam setelah pihak keluarga Wh tiba untuk melakukan mediasi.

Hingga saat ini, proses penyelesaian secara kekeluargaan masih terus dikawal oleh pengurus RT setempat guna memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Perumahan Griya Fatmawati.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Pria di Muba Rudapaksa Bocah 9 Tahun Usai Jual Karet, Manfaatkan Kedekatan dengan Orang Tua Korban

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved