Warga Lubuklinggau Meninggal di Kamboja

Sempat Muntah Darah dan Koma, PMI Asal Lubuklinggau Meninggal Dunia di Kamboja

Fakta baru terungkap di balik meninggalnya Rahmat Julianto, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Lubuklinggau di Kamboja. 

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Eko Hepronis
DATANGI RUMAH - Tim Resos Dinsos Lubuklinggau saat mendatangi rumah almarhum Rahmat Julianto di RT 03 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumsel. 
Ringkasan Berita:
  • Rahmat Julianto, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Lubuklinggau di Kamboja
  • Sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhum dikabarkan sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma akibat sakit.
  • Berdasarkan laporan yang diterima, almarhum sempat mengalami gejala medis yang serius sebelum dilarikan ke rumah sakit.

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Fakta baru terungkap di balik meninggalnya Rahmat Julianto, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Lubuklinggau di Kamboja

Sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhum dikabarkan sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma akibat sakit.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau, Hasan, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, almarhum sempat mengalami gejala medis yang serius sebelum dilarikan ke rumah sakit.

"Penyebab pastinya kami belum tahu, namun informasi awal almarhum mengalami muntah darah terus-menerus hingga akhirnya jatuh koma," kata Hasan kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Rahmat kata dia, dibawa teman-temannya ke rumah sakit setelah berkoordinasi dengan KBRI Indonesia. 

Adapun biaya pengobatan Rahmat ditanggung oleh KBRI. 

"Rahmat sempat dirawat dan diurus oleh temannya," kata dia. 

Rahmat dikabarkan meninggal dunia pada Senin (20/4/2026) sekira pukul 17.05 WIB. 

Setelah dikoordinasikan dengan pihak keluarga, Rahmat dimakamkan ke Kamboja

"Keluarga sudah menyerahkan ke KBRI untuk dimakamkan di sana dan sudah membuat pernyataan," ungkapnya.

Pihak keluarga sudah memahami karena untuk memulangkan almarhum ke Indonesia membutuhkan biaya besar.

"Alasannya mungkin biaya, karena keluarganya faham untuk memulangkan jenazah almarhum butuh biaya paling tidak Rp.100 juta lebih," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved