Breaking News

Berita Palembang

Dipicu Cuaca Ekstrem, PLN ULP Pangkalan Balai dan MEP Sinergi Atasi Gangguan Listrik di Rantau Kroya

Sebagai langkah antisipasi, petugas PT MEP juga telah melakukan pembersihan potensi gangguan seperti pohon, ranting, serta percikan kabel.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: pairat
Sripoku.com/handout/Linda Trisnawati
Tim PLN saat menyebrang berupaya melakukan perbaikan jaringan. 
Ringkasan Berita:
  1. PT Muba Electric Power (MEP) menjelaskan pemadaman listrik yang terjadi di Desa Rantau Kroya disebabkan cuaca ekstrem serta gangguan pada komponen jaringan listrik.
  2. Proses perbaikan terkendala medan sulit sehingga petugas harus melakukan penelusuran jaringan secara manual dari tiang ke tiang.
  3. PT MEP bersama PLN ULP Pangkalan Balai terus berupaya memperbaiki jaringan dan meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Menyusul informasi yang beredar terkait pemadaman listrik di wilayah kerja PT Muba Electric Power (MEP) Kapel Lais, di Desa Rantau Kroya, pihak manajemen memberikan penjelasan resmi terkait penyebab gangguan tersebut.

Manajer Teknik PT MEP, Joko Azadi, mengungkapkan bahwa pemadaman yang terjadi dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh cuaca ekstrem serta adanya kerusakan pada komponen jaringan listrik di wilayah tersebut.

"Dalam beberapa hari ini, khususnya di Desa Rantau Kroya dari penyulang Lenggang, terjadi pemadaman berjeda. Hal ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan gangguan pada jaringan listrik,” kata Joko, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini petugas masih melakukan penelusuran jaringan dengan metode pemotongan jaringan (troubleshooting) untuk mempersempit titik gangguan serta mengidentifikasi komponen yang mengalami kerusakan.

Namun, proses penanganan mengalami kendala di lapangan. Akses menuju jaringan yang terganggu tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga petugas harus berjalan kaki dari tiang ke tiang, yang berdampak pada lamanya waktu penanganan.

“Medan yang sulit membuat petugas harus melakukan penelusuran secara manual, sehingga membutuhkan waktu lebih lama,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, petugas PT MEP juga telah melakukan pembersihan potensi gangguan seperti pohon, ranting, serta percikan kabel.

Upaya ini turut dibantu oleh tim dari PLN ULP Pangkalan Balai sebagai bentuk sinergi antar lembaga, mengingat wilayah terdampak masih berada dalam cakupan kerja PT MEP.

Ke depan, tim gabungan akan memfokuskan penanganan pada perbaikan komponen jaringan agar pasokan listrik dapat segera kembali normal.

Manajemen PT MEP menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Manajemen dan seluruh karyawan PT MEP menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan yang terdampak. Kami terus berupaya agar listrik segera normal kembali,” tegasnya.

PT MEP juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan atau kondisi berbahaya di sekitar jaringan listrik melalui call center WhatsApp di nomor 0811-7930-50 atau 0811-7388-818.

Sebagai penegasan, pihak PT MEP memastikan bahwa gangguan yang terjadi merupakan bagian dari jaringan internal PT MEP, bukan jaringan PLN. (Rilis)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved