Berita Pagar Alam

Baru Kembali Dibuka Usai Ditutup 2 Bulan, 500 Pendaki Langsung Serbu Gunung Dempo Pagar Alam

Pendaki juga diingatkan untuk tidak mendekati kawah, sesuai rekomendasi dari Pos Pengamatan Gunung Api Dempo.

|
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Wawan Septiawan
DISERBU PENDAKI- Jalur pendakian Gunung Dempo resmi kembali dibuka, Rabu (25/3/2026). Antusiasme pendaki langsung membludak, terbukti lebih dari 500 orang telah melakukan registrasi hanya dalam satu hari. 
Ringkasan Berita:
  • Jalur pendakian Gunung Dempo resmi dibuka, langsung diserbu lebih dari 500 pendaki
  • Pendataan dan pengecekan logistik dilakukan ketat demi keselamatan
  • Pendaki dilarang mendekati kawah, Brigade siaga pantau jalur 24 jam

SRIPOKU.COM, PAGARALAM– Jalur pendakian Gunung Dempo resmi kembali dibuka, Rabu (25/3/2026).

Antusiasme pendaki langsung membludak, terbukti lebih dari 500 orang telah melakukan registrasi hanya dalam satu hari.

Pembukaan jalur yang dikelola KPH X Dempo bersama Balai Registrasi Gunung Dempo ini disambut tinggi para pecinta alam, setelah sebelumnya pendakian ditutup hampir dua bulan.

Kepala KPH X Dempo melalui stafnya Amsa mengatakan, lonjakan pendaki sudah terlihat sejak hari pertama pembukaan.

“Rabu kemarin sudah sekitar 500 pendaki yang registrasi. Hari ini diperkirakan akan bertambah lagi,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Lonjakan ini diprediksi terus meningkat, terlebih momen pasca Idul Fitri memang kerap menjadi waktu favorit bagi masyarakat untuk mendaki.

Untuk menjaga keselamatan, pihak KPH X Dempo melakukan pendataan ketat terhadap para pendaki, termasuk pemeriksaan logistik yang dibawa.

Pendaki diwajibkan membawa perlengkapan dan logistik yang cukup.

Jika tidak memenuhi standar, pendaki tidak akan diizinkan naik.

“Kalau logistik tidak mencukupi, pendaki tidak kami izinkan. Ini demi keselamatan mereka sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Brigade Angga SR menegaskan pihaknya akan terus siaga memantau jalur pendakian hingga puncak.

Pengawasan dilakukan untuk mengatur arus naik-turun pendaki agar tidak terjadi penumpukan di jalur maupun pelataran.

Pendaki juga diingatkan untuk tidak mendekati kawah, sesuai rekomendasi dari Pos Pengamatan Gunung Api Dempo.

“Kami kontrol jumlah pendaki yang naik dan turun. Pendaki juga dilarang mendaki ke kawah,” jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved