Hari Nyepi di Penghujung Ramadan 2026, Bupati Muchendi : Toleransi Beragama Harga Mati

Di Kabupaten OKI, terdapat beberapa umat Hindu yang akan merayakan Hari Nyepi. Tahun ini, bertepatan dengan penghujung Ramadan 2026.

Penulis: Nando Davinchi | Editor: Refly Permana
@catatan.sriwijayafc/dokumen pemkab oki
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengimbau masyarakat Kabupaten OKI menjaga toleransi antarumat beragama mengingat perayaan Hari Nyepi 2026 bertepatan dengan penghujung bulan Ramadan 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Di Kabupaten OKI, terdapat beberapa umat Hindu yang akan merayakan Hari Nyepi. Tahun ini, bertepatan dengan penghujung Ramadan 2026.
  • Bupati OKI meminta masyarakat untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama.
  • Pihaknya telah melakukan antisipasi guna memastikan kedua perayaan besar berjalan aman dan damai. 

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Hari Nyepi 2026 pada Kamis (19/3/2026) bertepatan dengan penghujung Ramadan 2026.

Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki, mengeluarkan imbauan khusus agar seluruh umat beragama di Bumi Bende Seguguk tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan.

"Saya sangat berharap agar kita semua dapat bersama-sama saling jaga kerukunan antar umat beragama," ujar Muchendi di pendopo rumah dinas Bupati OKI pada Rabu (18/3/2026) siang.

Muchendi menjelaskan, pihaknya telah melakukan antisipasi guna memastikan kedua perayaan besar berjalan aman dan damai. 

Baca juga: Umat Hindu Palembang Gelar Upacara Tawur Kesanga, Perayaan Nyepi Tahun Ini Tanpa Bakar Ogoh-Ogoh

Langkah melalui rapat koordinasi dengan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

Selain itu, Pemkab OKI bergerak masif hingga tingkat bawah melalui perangkat kecamatan, desa hingga media sosial dengan menyerukan untuk saling menghormati terus digaungkan.

Meski Islam menjadi agama mayoritas di OKI, keberadaan komunitas Hindu di beberapa daerah menjadi bukti nyata keberagaman di kabupaten tersebut.

"Kita ketahui di OKI ini banyak saudara kita umat Hindu, terutama di wilayah Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji dan beberapa daerah lainnya. Meskipun tidak banyak secara persentase dibanding Muslim, namun toleransi harga mati," tegas Muchendi.

Ia berharap, dengan adanya sikap saling menghormati dan menghargai, masing-masing umat dapat menjalankan ibadahnya dengan khusyuk.

"Tujuannya satu, agar semua masyarakat OKI bisa merayakan hari besarnya masing-masing dengan perasaan aman, damai, dan tanpa hambatan," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved