Berita OKI

Jelang Lebaran, Satlantas Polres OKI Paksa Putar Balik Truk Sumbu Tiga dari Jalintim

Sat Lantas Polres OKI ambil langkah tegas dengan memaksa truk sumbu tiga untuk putar balik dari Jalintim wilayah OKI saat jelang Idulfitri 1447 H.

Tayang:
Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Nando Davinchi
DITAHAN - Petugas satlantas Polres Ogan Komering Ilir saat meminta para supir truk besar untuk menepikan kendaraan di area gedung olahraga (GOR) biduk kajang Kecamatan Kayuagung. Sejumlah truk sumbu tiga ditahan untuk melewati Jalintim OKI selama musim mudik lebaran sesuai arah SKB tiga menteri. 
Ringkasan Berita:
  • Satlantas Polres OKI melakukan penyekatan ketat di Jalintim Sumatera, menindak tegas truk sumbu tiga atau lebih yang nekat melintas menjelang Lebaran 2026, Minggu (15/3/2026).
  • Tindakan ini merupakan implementasi SKB Tiga Menteri tentang pembatasan operasional angkutan barang (13-29 Maret). 
  • Truk yang melanggar dipaksa putar balik atau masuk kantong parkir untuk mencegah kemacetan horor dan kecelakaan.

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Tidak ada ampun bagi truk angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang nekat melintas di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, khususnya di wilayah hukum Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).

Guna menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H (tahun 2026), Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres OKI mulai memberlakukan penyekatan ketat dan tindakan tegas terhadap kendaraan bertonase besar.

Tindakan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres OKI, AKP Oke Panji Wijaya, S.H., bersama personel di lapangan pada Minggu (15/3/2026) siang.

Petugas menyisir setiap kendaraan besar yang melintas di ruas jalan arteri Sumatera tersebut untuk memastikan tidak ada hambatan bagi para pemudik pribadi.

Baca juga: Harga Karet di OKU Timur Melesat Naik Jadi Rp15.900 per Kilogram, Sambut Idulfitri 1447 Hijriyah

Tindak Lanjut SKB Tiga Menteri tentang Pembatasan Operasional
Kasat Lantas AKP Oke Panji Wijaya menjelaskan bahwa langkah sterilisasi Jalintim OKI ini merupakan tindak lanjut langsung dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri terkait Pembatasan Operasional Angkutan Barang selama masa angkutan Lebaran 1447 H, yang berlaku mulai tanggal 13 hingga 29 Maret 2026 mendatang.

“Kami melakukan pemeriksaan mendetail terhadap jenis kendaraan, muatan, hingga administrasi pengemudi. Jika ditemukan kendaraan sumbu tiga atau lebih yang masih nekat beroperasi di masa pembatasan ini, kami langsung ambil tindakan tegas dengan mengarahkan mereka untuk putar balik atau wajib menunggu di kantong-kantong parkir strategis yang telah disediakan hingga masa pembatasan berakhir,” tegas Kasat Lantas Oke Panji Wijaya.

Menurutnya, Jalintim Sumatera di wilayah OKI merupakan jalur krusial yang menghubungkan antarprovinsi di Pulau Sumatera.

“Jika truk besar tetap dibiarkan melintas di puncak arus mudik dan arus balik, potensi kemacetan parah dan kecelakaan lalu lintas fatal akan meningkat drastis,” ungkapnya komprehensif.

Prioritas Keselamatan dan Kelancaran Pemudik
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.I.K., menegaskan komitmennya untuk menciptakan situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif bagi jutaan pemudik yang akan merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman tercinta.

“Pembatasan operasional ini sudah diatur secara nasional. Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh pengusaha transportasi dan para sopir truk untuk mematuhi aturan ini demi kepentingan bersama, keselamatan, dan kelancaran arus mudik,” pesan Kapolres AKBP Eko Rubiyanto.

Ditegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bukan sekadar untuk menindak, tetapi juga memberikan rasa aman dan pelayanan prima bagi masyarakat yang sedang menempuh perjalanan jauh.

“Selain melakukan penyekatan, personel Satlantas Polres OKI juga memberikan edukasi dan imbauan langsung kepada para pengemudi yang terjaring. Petugas mengingatkan pentingnya mengecek kelayakan kendaraan dan kondisi fisik sebelum berangkat,” bebernya mendetail.

Dengan sterilisasi kendaraan sumbu tiga ini, diharapkan wilayah Bumi Bende Seguguk tetap lancar, tertib, dan aman bagi seluruh pemudik.

“Kami juga mengingatkan para sopir untuk tidak memaksakan perjalanan jika lelah. Keselamatan adalah yang paling utama sampai ke tujuan,” pungkas AKP Oke Panji Wijaya.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Sosok Pria yang Viral Meninggal Dunia Ketika Sholat Tarawih, Sempat Kumandangan Azan Isya

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved