Berita Muratara
Sungai dan Sumur di Desa Belani Diduga Tercemar Tumpahan Minyak, Warga Muratara Resah
Pencemaran ini berdampak langsung pada sumber air bersih utama yang selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Tumpahan minyak dari tangki penyimpanan sebuah perusahaan diduga mencemari aliran sungai hingga sumur galian warga Desa Belani.
- Insiden terjadi 1 Maret, namun penanganan baru dilakukan 4 Maret, menyebabkan lapisan minyak menyebar luas dan menyebabkan krisis air bersih serta bau menyengat di pemukiman.
- Masyarakat mendesak DLH Muratara segera uji sampel air dan meminta pihak kepolisian menyelidiki dugaan kejahatan lingkungan ini jika terbukti berasal dari aktivitas perusahaan.
SRIPOKU.COM, MURATARA — Warga Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kini dilingkupi keresahan mendalam. Penyebabnya, aliran sungai dan sumur galian milik warga diduga kuat tercemar oleh tumpahan minyak yang berasal dari Oil Storage Tank (tangki penyimpanan minyak) milik salah satu perusahaan di sana.
Pencemaran ini berdampak langsung pada sumber air bersih utama yang selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa insiden tumpahan minyak tersebut diduga telah terjadi sejak 1 Maret 2026.
Namun, penanganan dari pihak perusahaan baru dilakukan pada 4 Maret 2026. Keterlambatan respons ini menyebabkan minyak terlanjur mengalir mengikuti arus sungai hingga mendekati pemukiman warga.
Riyan, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa sisa-sisa lapisan minyak masih terlihat mengapung di permukaan sungai dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
Krisis Air Bersih dan Kelambanan Respons
Warga kini mengkhawatirkan risiko kesehatan akibat dugaan pencemaran air sumur mereka. "Pihak perusahaan katanya akan menggali kembali sumur kami yang tercemar, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata di lapangan," ujar Riyan kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Riyan mengeluhkan kondisi air sumurnya yang berubah drastis dan tidak lagi layak konsumsi. Ia mengaku telah menyampaikan keluhan resmi kepada pihak Humas perusahaan, namun menyayangkan lambannya tanggapan perusahaan terhadap persoalan yang mendesak ini.
"Harusnya keberadaan perusahaan di sini membawa kesejahteraan. Tapi yang kami rasakan sekarang justru pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak itu," ungkapnya dengan nada kecewa.
Selain ancaman terhadap krisis air bersih, masyarakat juga khawatir tumpahan minyak akan meluas dan merusak perkebunan kelapa sawit milik warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Desak Tindakan Tegas Pemerintah dan Aparat
Warga Desa Belani mendesak dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan kualitas air dan memastikan sejauh mana dampak pencemaran yang terjadi.
Tak hanya itu, warga juga berharap Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya pihak kepolisian, dapat melakukan penyelidikan komprehensif terhadap dugaan pencemaran lingkungan ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
“Kalau memang ini mencemari lingkungan dan merugikan warga, kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan kepolisian. Namun, hingga saat ini belum ada petugas yang datang ke lokasi,” kata warga.
Sementara itu, pihak perusahaan yang dikonfirmasi melalui pesan Whats App belum memberikan tanggapan terkait dugaan tumpahan minyak yang meresahkan warga Belani tersebut.
Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.
Baca juga: Jalan Kaki Antar Kabupaten di Sumsel, IRT Asal Musi Rawas Tewas Tertabrak Kereta Api
Baca juga: Breaking News : Gadis Asal Musi Rawas Sumsel Sudah Lima Hari Hilang Tanpa Kabar, Hp Sudah Tak Aktif
Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir
PT SRMD
tercemar tumpahan minyak
sungai dan sumur tercemar tumpahan minyak
Riyan warga Desa Belani
| Tega Setubuhi Anak Kandung hingga Melahirkan, Pria di Muratara Diringkus Polisi |
|
|---|
| Pria di Muratara Rudapaksa Anak Kandung Hingga Melahirkan, Pelaku Nyaris Tewas Diamuk Massa |
|
|---|
| Enam Hari Hilang Terseret Arus Sungai Rawas, Bocah 11 Tahun Ditemukan Tewas |
|
|---|
| Hari Keenam Pencarian, Bocah yang Hanyut di Sungai Rawas Muratara Belum Ditemukan |
|
|---|
| Empat Anggota Polres Muratara Dipecat Tidak Hormat, Ini Kesalahan yang Mereka Lakukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Bersihkan-tumpahan-minyak.jpg)