Berita OKU

Akses Vital Desa Pusar OKU Kembali Terhubung dengan Diresmikannya Jembatan Gantung Garuda

Jembatan Gantung Garuda di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), resmi dioperasikan pada Senin (9/3/2026).

Tayang:
Penulis: Leni Juwita | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Leni Juwita
JEMBATAN GANTUNG GARUDA --Jembatan gantung Garuda di Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu diresmikan pemakaiannya oleh Kapoksahil Pangdam II /Sriwijaya BrigjenTNI Junaidi M SSos MSi bersama Danrem 044/GAPO Brigjen TNI Khabib Mahfud SIP MM. 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan Gantung Garuda sepanjang 100 meter resmi dibuka untuk menghubungkan kembali wilayah Desa Pusar yang terpisah Sungai Ogan.
  • Pembangunan ini merupakan bagian dari program nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan secara gotong-royong oleh TNI dan warga.
  • Jembatan ini menjadi solusi permanen bagi warga yang sempat terisolasi dan harus menggunakan perahu sejak banjir besar tahun 2024 merusak akses lama.

 

SRIPOKU.COM, BATURAJA — Jembatan Gantung Garuda di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), resmi dioperasikan pada Senin (9/3/2026). Peresmian jembatan hasil pembangunan TNI ini dilakukan secara serentak bersama 200 jembatan gantung lainnya di seluruh Indonesia.

Acara peresmian dipimpin langsung oleh Kapoksahli Pangdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Junaidi M., S.Sos., M.Si., bersama Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati OKU Teddy Meilwansyah, S.S.T.P., M.M., M.Pd., Dandim 0403/OKU Letkol Arh. Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., serta jajaran Forkopimda Kabupaten OKU.

Spesifikasi dan Manfaat Jembatan
Jembatan yang memiliki bentang panjang sekitar 100 meter dan lebar 2 meter ini dirancang dengan spesifikasi teknis tinggi guna memastikan keamanan dan ketahanan jangka panjang.

Kehadiran jembatan ini memangkas waktu tempuh masyarakat yang selama ini harus memutar jauh atau menggunakan transportasi air yang terbatas.

Pembangunan jembatan gantung di Desa Pusar merupakan implementasi dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui TNI AD. Proyek ini dikerjakan dengan melibatkan sinergi antara 24 tenaga kerja bersama masyarakat setempat.

Mendukung Ekonomi dan Pelayanan Desa
Sekretaris Desa (Sekdes) Pusar, Arius Defriansa, S.E., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak TNI.

Ia menjelaskan bahwa jembatan ini sangat krusial bagi aktivitas harian warga karena pusat pelayanan berada di seberang sungai.

"Akses kini menjadi lebih lancar. Aktivitas perkantoran desa, Koperasi Merah Putih, hingga sentra pertanian semuanya berada di seberang sungai. Sejak jembatan lama putus dihantam banjir besar tahun 2024 lalu, warga terpaksa naik perahu untuk beraktivitas. Kami sangat berterima kasih jembatan ini sudah dibangun kembali," ungkap Arius.

Wujud Sinergi Nasional
Brigjen TNI Junaidi menegaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata kepedulian negara dalam memajukan infrastruktur pedesaan.

Selain memperlancar mobilitas ekonomi, jembatan ini juga diproyeksikan untuk mendukung akses pendidikan dan kesehatan bagi warga Desa Pusar dan sekitarnya.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci sukses rampungnya pembangunan jembatan ini meskipun sempat terkendala tantangan cuaca dan teknis di lapangan.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Operasional Angkutan Barang di Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Dibatasi 13 hingga 29 Maret 2026

Baca juga: Detik-detik Dua Perampok Bersenjata Api Gasak Rp16 Juta dari Indomaret Soekarno-Hatta

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved