Sikap Pemkab OKU Timur Saat Pembangunan Kopdes Merah Putih Terkendala Lahan
Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Kabupaten OKU Timur menghadapi kendala.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Kabupaten OKU Timur menghadapi kendala.
- Lahan yang direncanakan untuk pembangunan koperasi masih menjadi perdebatan antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait.
- Luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas koperasi diperkirakan sekitar 1.000 meter persegi.
SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Kabupaten OKU Timur menghadapi kendala.
Satu di antaranya adalah ketersediaan dan status kepemilikan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas koperasi.
Di sejumlah desa di Kabupaten OKU Timur, lahan yang direncanakan untuk pembangunan koperasi masih menjadi perdebatan antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait.
Kondisi tersebut membuat proses pembangunan yang sebelumnya ditargetkan segera dimulai terpaksa mengalami penundaan hingga persoalan lahan dapat diselesaikan.
Baca juga: 26 Asisten Bisnis Dampingi Kopdes Merah Putih di Muara Enim
Kepala Dinas Koperasi dan UKM OKU Timur, Hasbullah, mengatakan salah satu syarat utama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih adalah tersedianya lahan dengan luas tertentu.
Menurutnya, berdasarkan petunjuk teknis program tersebut, luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas koperasi diperkirakan sekitar 1.000 meter persegi.
"Sementara di banyak desa, ketersediaan lahan dengan luas tersebut masih cukup terbatas,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Hasbullah menjelaskan, keterbatasan lahan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa yang ingin segera merealisasikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya.
Selain soal luas lahan, beberapa lokasi juga masih menghadapi persoalan status kepemilikan tanah yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.
“Kami tentu tidak ingin pembangunan ini menimbulkan masalah baru. Karena itu, status lahan harus benar-benar jelas, baik dari sisi kepemilikan maupun administrasinya,” jelasnya.
Meski menghadapi sejumlah kendala, Pemerintah Kabupaten OKU Timur menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Baca juga: Didampingi Mentan Amran, Presiden Prabowo Resmikan Kopdes Merah Putih di Klaten
Program ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa serta membuka peluang usaha baru di tingkat lokal.
Hasbullah menambahkan, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah desa agar dapat mencari solusi terbaik terkait penyediaan lahan, termasuk kemungkinan memanfaatkan aset desa yang memenuhi persyaratan.
“Pada prinsipnya program ini tetap berjalan. Kami berharap pemerintah desa dapat bersama-sama mencari solusi, sehingga pembangunan Koperasi Desa Merah Putih bisa segera terealisasi dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
| Momen Idul Fitri, Wakil Ketua DPRD PALI Serukan Persatuan dan Keberpihakan pada Rakyat Kecil |
|
|---|
| Jasa Penggilingan Daging di BP Peliung OKU Timur Diserbu Warga Jelang Lebaran, Antrean Capai 1,5 Jam |
|
|---|
| Mengenal Tradisi 'Luah Luah' di OKUT Jelang Lebaran, Momen Sakral Rawat Silaturahmi & Ingat Leluhur |
|
|---|
| Cukup Untuk Sekali Masak, Masyarakat OKU Timur Berburu Daging Meski Harga Tembus Rp140 Ribu Per Kg |
|
|---|
| Pria 74 Tahun Berenang Seberangi Sungai Komering, Hanyut Dua Kilometer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kopdesokut.jpg)