Masyarakat Belitang Resah, Bisnis Karaoke Menjamur Jelang Ramadan

Menjamurnya tempat hiburan karaoke di wilayah Belitang dan sekitarnya memicu keresahan di tengah masyarakat.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/choirul
TEMPAT KARAOKE - Sejumlah tempat karaoke di wilayah Belitang dan sekitarnya disorot warga karena dinilai mengganggu ketenangan masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadan nanti, Kamis (12/2/2026). Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penertiban demi menjaga ketertiban umum dan kekhusyukan ibadah. 
Ringkasan Berita:
  • Menjamurnya tempat hiburan karaoke di wilayah Belitang dan sekitarnya memicu keresahan di tengah masyarakat
  • Masyarakat berharap ada penutupan sementara saat dan selama ramadan nanti.
  • Warga cemas, kekhusyukan beribadah saat ramadan terganggu.

 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Menjamurnya tempat hiburan karaoke yang beroperasi hingga larut malam di wilayah Belitang dan sekitarnya memicu keresahan di tengah masyarakat

Adapun sejumlah tempat karaoke yang disebut warga berada di wilayah Belitang dan sekitarnya, antara lain FR Karaoke, Putra Karaoke, Lestari Karaoke, BN Karaoke, King Karaoke, D’One Karaoke, Camelia, Cely Karaoke, dan Nusi Amor.

Warga menilai aktivitas karaoke tersebut mengganggu ketenangan, terlebih dengan adanya pemandu karaoke yang dinilai tidak sejalan dengan norma sosial dan suasana bulan suci Ramadan nanti.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa kebisingan dari tempat karaoke kerap terdengar hingga malam hari, mengganggu waktu istirahat dan kekhusyukan ibadah.

Baca juga: Vierdha Ungkap Aktivitas di Ruang Karaoke Bareng Ricky Harun dan 5 Orang Lain, Puji Sikap Dia Baik

Kondisi ini dinilai semakin meresahkan saat Ramadan nanti, ketika masyarakat membutuhkan suasana yang lebih tenang untuk beribadah.

“Kami ingin beribadah dengan khusyuk, tidak terganggu dengan kebisingan karaoke,” ujar Eko, warga Belitang, saat menyampaikan aspirasinya, Kamis (12/2/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. 

Mereka berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas dengan melakukan penertiban.

Bahkan penutupan sementara tempat karaoke selama bulan Ramadan demi menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat.

“Kami butuh ketenangan dan kekhusyukan di bulan puasa, bukan kebisingan karaoke,” ungkap warga lain.

Warga menilai, penutupan sementara operasional karaoke selama Ramadan dapat menjadi solusi untuk menjaga kesucian bulan puasa sekaligus merespons aspirasi masyarakat yang menginginkan lingkungan yang lebih kondusif.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved