Berita OKU Selatan

Tragedi Sambaran Petir di OKU Selatan, Satu Pemuda Tewas dan Seorang Remaja Kritis

Peristiwa tragis sambaran petir yang menelan satu korban jiwa dan menyebabkan satu lainnya kritis terjadi di Desa Gunung Cahya

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Yandi Triansyah
tangkapan layar Instagram Muaraduakece
DISAMBAR PETIR -- Suasana rumah duka di Desa Gunung Cahya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (10/1/2026). Peristiwa cuaca ekstrem tersebut menewaskan seorang pemuda, sementara seorang remaja perempuan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. 

Ringkasan Berita:
  • Peristiwa tragis sambaran petir yang menelan satu korban jiwa dan menyebabkan satu lainnya kritis terjadi di Desa Gunung Cahya.
  • Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu sore, 10 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban tewas diketahui bernama Taufik alias Tupik (21), warga Kecamatan Buay Rawan.
  • Sementara korban perempuan berinisial AY (17), warga Kecamatan Buay Pemaca, mengalami luka bakar serius akibat sambaran petir.
 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Peristiwa tragis sambaran petir yang menelan satu korban jiwa dan menyebabkan satu lainnya kritis terjadi di Desa Gunung Cahya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (10/1/2026) sore. 

Insiden maut tersebut mengenai Taufik (21) yang dinyatakan meninggal dunia serta seorang remaja perempuan berinisial AY (17) yang mengalami luka bakar serius saat keduanya hendak masuk ke dalam rumah untuk menghindari hujan deras dan cuaca ekstrem.

“Iya benar, kejadiannya pada Sabtu (10/1/2026). Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sementara korban perempuan masih menjalani perawatan medis. Namun hingga saat ini kami belum menerima laporan polisi terkait peristiwa tersebut,” kata Kasi Humas Polres OKU Selatan, AKP Amir Hamzah, Senin (12/1/2026). 

Kronologi Kejadian 

Hari itu kedua korban sedang duduk sambil berboncang di teras rumah Taufik. 

Namun suasana mendadak berubah mendung dan tak lama kemudian hujan menyusul. 

Angin kencang dan kilatan petir juga datang silih berganti. 

Keduanya akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. 

Namun nahas, kaki baru melangkah, sambaran petir mengenai keduanya. 

Sambaran petir tersebut membuat kedua korban terhempas ke lantai dan tidak sadarkan diri.

Teriakan minta tolong sempat didengar warga dan mendatangi lokasi. 

Pertolongan segera diberikan meski hujan terus mengguyur deras. 

“Saya dengar teriakan minta tolong. Begitu sampai, keduanya sudah tergeletak di lantai,” ujar Agus, tetangga korban yang pertama kali tiba di lokasi kejadian.

Warga kemudian mengevakuasi kedua korban ke rumah bidan Desa Gunung Cahya sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Muaradua.

Namun, nyawa Taufik tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah mendapat penanganan medis.

Sementara itu, AY mengalami luka bakar berat akibat sambaran petir dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved