Warga Cemaskan Kondisi Dua Jembatan Penghubung Pagaralam-Lahat, Semakin Sering Digenangi Air

Kondisi dua jembatan penghubung utama Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat bikin warga cemas, semakin sering digenangi air.

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/Wawan Septiawan
DIGENANGI AIR - Pemandangan Jembatan Endikat (kiri) dan Jembatan Lematang Indah ketika digenangi air, Senin (8/12/2025). Kondisi ini bikin masyarakat cemas akan ketahanan jembatan lantaran sudah semakin sering digenangi air dan belum ada pengawasan dari dinas terkait. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah masyarakat Pagaralam curhat akan kecemasan mereka terkait kondisi dua jembatan penghubung Pagaralam-Lahat yang semakin sering digenangi air.
  • Ketakutan semakin mendalam ketika melintas di malam hari lantaran minimnya penerangan.
  • Dinas terkait ternyata tidak diam saja, sudah ada upaya yang dilakukan atas curhatan warganya ini.

 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Curah hujan sejak satu bulan terakhir ini di Kota Pagaralam cukup tinggi.

Kondisi ini membuat dua jembatan penghubung utama Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat, yaitu Jembatan Endikat dan Jembatan Lematang Indah, sering tergenang air. Kondisi ini membuat pengguna jalan yang melintas khawatir saat sedang melintasi jembatan yang digenangi air tersebut.

Selain itu, warga khawatir jika terus saja digenangi air kualitas atau ketahanan jembatan akan menurun dan bisa saja menyebabkan jembatan dan lantai jembatan ambruk. 

Untuk itu masyarakat meminta pihak terkait dapat mencari penyebab genangan air tersebut.

Baca juga: Presiden Prabowo Perintahkan Letkol Inf Arie Prasetyo Bangun 3 Jembatan Gantung di Mura-Lubuklinggau

Raka (34), sopir truk sayur, mengatakan, jika dirinya saat melintas di dua jembatan tersebut saat hujan selalu melihat kondisi badan jembatan yang digenangi air.

Tidak hanya itu, dikatakannya lebih menakutkan melintasi genangan air dibadan jembatan saat malam hari. 

Pasalnya di kawasan tersebut juga minim penerangan.

"Harus segera diperbaikki saluran pembuangan airnya pak, karena jika tidak akan berpengaruh pada ketahanan badan jembatan. Takutnya nanti kita tidak tahu ada pengguna jalan yang melintas badan jembatan tiba-tiba jebol dan masuk jurang tinggi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Pagaralam Deni saat dikonfirmasi sripoku.com mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak balai jalan dan jembatan untuk mengatasi hal tersebut.

"Jembatan tersebut merupakan wewenang pihak balai jalan dan jembatan, kami sudah melaporkan hal itu dan berkoordinasi untuk segera mengatasi permasalahan itu," jawabnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved