Berita Muba

Pola Hujan Berubah, BPBD Muba Ingatkan Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrim

Pola hujan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Odi Aria
Handout
BANJIR MUBA- Kondisi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba terendam akibat banjir curah hujan yang melanda. BPBD Muba imbau masyarakat waspada cuaca ekstrim hujan deras yang bakal berpotensi terjadi banjir. 
Ringkasan Berita:
  • Pola hujan di Muba berubah, hujan sedang hingga lebat kini terjadi siang dan sore hari, berpotensi memicu cuaca ekstrem
  • Wilayah dataran rendah berisiko banjir, sedangkan perbukitan berisiko tanah longsor
  • BPBD Muba siagakan personel, mengimbau masyarakat memantau informasi resmi, berhati-hati, dan segera melapor jika terjadi kondisi berbahaya

SRIPOKU.COM, SEKAYU- Pola hujan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir.

Jika sebelumnya hujan cenderung turun pada malam hari, kini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga mulai terjadi pada siang dan sore hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Marko Susanto, mengatakan perubahan pola hujan ini perlu diwaspadai masyarakat karena berpotensi memicu cuaca ekstrem.

Salah satu faktor pemicunya yaitu adanya kemungkinan terbentuknya siklon tropis di wilayah perairan selatan dan timur Indonesia.

"Siklon tropis merupakan badai besar di atas laut hangat dengan tekanan udara sangat rendah di pusatnya. Fenomena ini membawa angin kencang dan hujan lebat serta bisa memicu bencana hidrometeorologi," ujar Marko, Senin (8/12/2025).

Marko menegaskan, wilayah-wilayah yang berada di bantaran sungai dan dataran rendah di Muba seperti Sekayu, Lais, Sungai Lilin, Babat Supat, Bayung Lencir, dan Babat Toman diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan dan banjir jika hujan terjadi dalam durasi lama.

Sementara daerah berkontur perbukitan seperti Sanga Desa, Sungai Keruh, Batang Hari Leko, dan Keluang juga perlu mewaspadai risiko tanah longsor, terutama saat tanah mulai jenuh air.

"Kami minta masyarakat tetap memantau informasi resmi, menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan deras, dan berhati-hati berkendara karena angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang,"jelasnya.

Ia menambahkan, BPBD Muba telah menyiagakan personel untuk pemantauan di seluruh kecamatan. Jika masyarakat menemukan kondisi berbahaya seperti tanah bergerak atau pohon tumbang yang menutup jalan, diminta segera melapor.

"Kami terus memantau perkembangan cuaca dan siap merespons laporan dari masyarakat. Kewaspadaan bersama sangat penting agar kita semua tetap aman," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved