Hari Guru Nasional 2025

SOSOK Didik Wahyudi, Guru PJOK SMPN 2 Muara Padang yang Setiap Harinya Tempuh Jarak 50 Km

Sejak 7 Januari 2013, ia mengabdikan diri dengan sepenuh hati, meski pernah berstatus guru honorer dengan gaji minim

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ardiansyah | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Ardiansyah
GURU PJOK : Didik Wahyudi Guru SMPN 2 Muara Padang Banyuasin saat memberikan materi pelajaran PJOK kepada siswa di dalam kelas, Selasa (25/11/2025). Di hari Guru Nasional ini, Didik juga mengikuti Lomba Guru Dedikasi tahun 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Didik Wahyudi, guru PJOK di Banyuasin, menempuh 50 km pulang-pergi setiap hari demi mengajar di SMPN 2 Muara Padang sejak 2013.
  • Motivasi besarnya datang dari pesan ayahnya dan tekad untuk mengabdi, meski pernah menjadi honorer dengan gaji minim.
  • Didik mengikuti Lomba Guru Dedikatif 2025 dan berharap kesejahteraan guru honorer khususnya di pelosok semakin diperhatikan.

SRIPOKU.COM, BANYUASIN — Didik Wahyudi, S.Pd., guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMP Negeri 2 Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, menjadi teladan dedikasi seorang pendidik di daerah pedesaan.

Sejak 7 Januari 2013, ia mengabdikan diri dengan sepenuh hati, meski pernah berstatus guru honorer dengan gaji minim.

Setiap hari Didik menempuh jarak 25 kilometer dari rumahnya menuju sekolah. Jalan tanah yang licin saat hujan, hingga risiko jatuh dari motor, tidak pernah menghalangi niatnya mengajar.

“Jatuh itu sudah biasa. Justru jadi penyemangat untuk sampai ke sekolah,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Didik mengaku memilih profesi guru karena ingin melanjutkan perjuangan ayahnya yang juga seorang pendidik. Nasihat ayahnya,

“Guru itu digugu dan ditiru,” menjadi pegangan hidup yang memperkuat tekadnya mengabdi.

Menurutnya, menjadi guru bukan sekadar mengajar, tetapi juga membentuk karakter murid melalui adab, akhlak, dan moral.

“Guru berdedikasi bukan hanya mengajar dengan kepala, tetapi juga dengan hati,” tegasnya.

Saat masih menjadi honorer, Didik merasakan beratnya perjuangan para guru dengan upah rendah.

Kini setelah diangkat sebagai PPPK, peningkatan finansial baginya hanyalah bonus. 

“Kepuasan terbesar adalah melihat murid-murid sukses di masa depan,” katanya.

Di momen Hari Guru 2025, Didik berharap kesejahteraan guru terutama honorer di pelosok menjadi perhatian pemerintah.

Ia juga menekankan bahwa guru harus siap menghadapi tantangan digitalisasi dan perubahan kurikulum.

Didik menyampaikan bahwa suasana kerja di SMPN 2 Muara Padang sangat kompak dan penuh kekeluargaan, sehingga memudahkan guru memberikan keteladanan bagi siswa.

Saat ini, Didik juga mengikuti lomba Guru Dedikatif 2025 dengan karya berjudul “Pelita di Ujung Desa”, yang berisi kisah pengabdiannya sebagai pendidik di wilayah pedesaan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved