Berita OKI
Warga Mengeluh Harga Ayam, Telur dan Ikan Mulai Tak Terjangkau, Sejak SPPG Beroperasi secara Masif
Tiga komoditas kebutuhan pokok ayam, telur dan ikan menjadi sorotan warga karena harganya kini tidak lagi terjangkau dan stoknya cepat habis.
Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Hampir sebagian harga bahan pokok di pasar tradisional Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus menerus merangkak naik.
Seperti halnya tiga komoditas utama kebutuhan pokok ayam, telur dan ikan menjadi sorotan warga karena harganya kini tidak lagi terjangkau dan stoknya cepat habis.
Saat ditemui pedagang ayam, Ruwaidah mengatakan harga ayam potong sudah bertahan tinggi sejak dua bulan terakhir di kisaran Rp 38.000 per kilogram dan belum pernah turun.
"Biasanya kalau pasokan banyak harga bisa turun, tapi sekarang tidak pernah turun lagi. Dua bulan ini stabil mahal,” ujar Ruwaidah pada Sabtu (25/10/2025).
Menurutnya, kenaikan harga juga terasa pada telur ayam yang sebelumnya Rp 27.000 kini naik Rp 30.000 hingga Rp 31.000 per kilogram.
Sementara ikan segar yang semula dijual Rp 28.000 kini menembus Rp 33.000–Rp 35.000 per kilogram.
Menurut Ruwaidah, lonjakan harga mulai terasa sejak dapur satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) beroperasi secara masif.
Tiga bahan pokok tersebut menjadi komoditas yang paling banyak dibeli mitra makan bergizi gratis (MBG), sehingga ketersediaannya di pasar cepat menipis.
“Ayam, telur, dan ikan itu yang paling banyak dicari. Mungkin karena banyak dipakai dapur MBG, jadi stok di pasar cepat habis,” jelasnya.
Baca juga: Pelatih Sumsel United Kecewa dengan Keputusan Wasit, Padahal Ada Videonya Tapi Tidak Cek VAR
Sementara salah satu pembeli di pasar Kayuagung, Titin mengaku kesulitan mendapatkan bahan pokok tersebut.
Menurutnya, meski datang pagi, sering kali stok sudah habis karena sudah dipesan oleh pembeli lain.
“Sekarang ini kalau agak telat sedikit ke pasar, ayam sudah habis. Kalaupun terlihat banyak, ternyata sudah pesanan orang semua. Susah sekali dapat yang segar,” keluh Titin.
Titin juga mengatakan, kenaikan harga telur dan ikan mulai terasa dalam seminggu terakhir.
Kondisi ini membuat warga semakin terbebani karena hampir semua bahan makanan sehari-hari ikut naik.
“Biasanya saya belanja seminggu bisa hemat, sekarang rasanya boros sekali. Harga naik terus tapi penghasilan tetap,” tambahnya.
| Pedagang Buah Duku Dadakan Menjamur di Jalintim OKI, Harganya Dipatok Rp20 Ribu per Kilogram |
|
|---|
| Bawa Motor Tanpa Pelat, Dua Pemuda Jagoan di OKI Ini Ditangkap, Sabu Disembunyikan dalam Kotak Rokok |
|
|---|
| Warga Lempuing Jaya Terima 1.000 Sertifikat Tanah Kawasan Hutan, Ishak Mekki: Hindari Rentenir |
|
|---|
| Dewi Yustisiana: Listrik Desa Bukti Komitmen Negara, Golkar Dorong Pemerataan Energi di Sumsel |
|
|---|
| Durian Lubuk Linggau Banjiri Jalintim Celikah OKI, Harga Masih Tinggi Tembus Rp 100 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ayam-Telur-dan-Ikan-Melonjak.jpg)