Berita Lahat

Bulog Hentikan Serap Gabah Petani di Lahat, Begini Respon DPRD Sumsel

Rencana Bulog Lahat menghentikan pembelian gabah dari para petani, mendapat sorotan dari anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel).

Tayang:
Penulis: Ehdi Amin | Editor: tarso romli
sripoku.com/ehdi amin
GABAH PETANI -Anggota Komisi II DPRD Sumsel Abdul Fikri Yanto menyikapi sikap Bulog yang menghentikan penyerapan gabah petani. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Rencana Bulog Lahat menghentikan pembelian gabah dari para petani, mendapat sorotan dari anggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel).

Padahal saat ini pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kg, nyatanya gabah yang dihasilkan di tengah memasuki panen raya ke dua tahun 2025 tidak terjual. 

Anggota Komisi II DPRD Sumsel Abdul Fikri Yanto, menyayangkan tidak terserapnya gabah para petani tersebut, padahal saat ini sedang panen. 

"Sangat di sayangkan, jika benar bulog tidak sama sekali melakukan pembelian gabah petani di lahat, " kata Fikri, Rabu (17/9/2025).

Dijelaskan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, dengan penyerapan gabah petani sesuai dengan HPP, adalah langkah pemerintah dalam menjaga harga gabah sesuai HPP. 

"Namun kita sebagai masyarakat juga bisa memahami, jika tidak semua gabah di masyarakat yang bisa diserap oleh bulog. Karena keterbatasan kouta yang ada, " tandas wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Sumsel VII meliputi Kabupaten Lahat- Empat Lawang dan kota Pagar Alam ini. 

Sebelumnya, Bulog Lahat menghentikan pembelian gabah yang kini membuat para petani resah.

Betapa tidak, jika gabah yang dihasilkan tidak terjual, maka petani bisa merugi terlebih saat ini Lahat tengah masuki panen raya ke dua di tahun 2025. 

Gabah adalah padi yang telah dipanen dan dipisahkan dari tangkainya, tetapi belum digiling untuk diambil berasnya.

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH meminta masyarakat, terutama para petani yang memiliki stok gabah, untuk bersabar.

 

Baca juga: Roni dan Ageng Disambut Bak Artis Saat Kembali ke SMPN 1 Prabumulih untuk Kembali Bertugas

Pemerintah daerah berharap, kondisi ini segera stabil, sehingga petani tidak menunggu waktu lama untuk menjualkan gabah hasil panennya. 

"Tujuan dari penyerapan gabah ini, karena Presiden RI, Prabowo Subianto ingin membasmi para tengkulak. ini mungkin karena arahan pusat, kita berharap kondisi ini secepatnya diselesaikan," ujar Widia Ningsih, ketika sidak ke Gudang Bulog Lahat, di Desa Manggul, Kota Lahat, Senin (15/9/2025). 

Sementara, Pimpinan Cabang Bulog Lahat, Dr Zulkhaidar mengakui saat ini penyerapan gabah dihentikan sementara, sesuai arahan pusat.

Hal itu dikarenkan saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sudah memenuhi target pemerintah pusat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved