Berita OKI

Harga Getah Karet Anjlok Rp 10.700 Per Kilogram, Petani di OKI Menjerit

Senyum para petani karet di Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir kembali meredup setelah harga karet anjlok.

Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
sripoku.com/nando
SADAP POHON KARET - Seorang petani karet sedang menyadap pohon karetnya. Saat ini senyum para petani karet di Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir kembali meredup, setelah harga getah kering anjlok jadi Rp 10.700 per kilogram. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Senyum para petani karet di Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir kembali meredup. 

Pasalnya, harga getah karet kering di tingkat petani terus alami penurunan. Saat ini, harga getah karet kering hanya di angka Rp 10.700 per kilogram.

Kabar ini disampaikan oleh Heri, salah seorang petani karet di desa tersebut yang baru saja menjual hasil sadapannya kemarin.

Heri menyatakan kekecewaannya atas terus merosotnya harga komoditas andalan keluarganya ini.

"Kemarin jual dapat harga Rp 10.700 perkilonya. Jelas turun ini, bulan lalu saja masih bisa tembus Rp 12.500," keluh Heri pada Minggu (7/9/2025) sore.

Penurunan harga ini tentu menjadi pukulan telak bagi petani sepertinya, di tengah biaya hidup terus merangkak naik.

Anjloknya harga getah karet membuat mereka semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau harga terus begini, untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan dapur saja sudah pas-pasan. Belum lagi untuk beli pupuk dan perawatan kebun," ujarnya dengan nada lesu.

Menurutnya, anjloknya harga getah karet bukanlah persoalan baru bagi para petani di OKI. Berdasarkan catatan fluktuasi harga karet memang kerap terjadi selama ini.

Sejumlah faktor ditengarai menjadi penyebabnya, mulai dari dinamika pasar global, nilai tukar rupiah terhadap dolar, hingga persaingan dengan karet sintetis.

"Sebagai petani kecil kami berharap pemerintah daerah dan instansi terkait bisa mengambil langkah konkret mengatasi persoalan ini,"

"Kami mendambakan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga getah karet di tingkat petani. Sehingga memberikan kepastian pendapatan dan kesejahteraan bagi petani yang telah mendedikasikan hidupnya di karet," pungkasnya.

Berikut harga kadar karet kering (KKK) data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan bersama gabungan pengusaha karet Indonesia (Gapkindo) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca juga: Sumsel United Kukuhkan 33 Pemain untuk Arungi Liga 2 Pegadaian 2025-2026, Target Naik Liga 1

Berikut harga indikasi karet perkilogram berdasarkan kadar karet kering pada Kamis (4/9/2025) silam.

• Kadar 100 persen : Rp 28.582/kg.
• Kadar 70 persen : Rp 20.007/kg.
• Kadar 60 persen : Rp 17.149/kg.
• Kadar 50 persen : Rp 14.291/kg.
• Kadar 40 persen : Rp 11.433/kg.
• Kadar 30 persen : Rp 8.575/kg. 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Tata Cara Sholat dan Doa Gerhana Bulan Total sesuai Anjuran Rasulullah

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved