Idul Fitri

Bacaan Niat Puasa Syawal Lengkap Arab, Latin dan Arti, Amalan Sunnah Setelah Ramadan

Berikut bacaan nian Puasa Syawal yangmerupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah bulan Ramadan.

Penulis: Novry Anggraini | Editor: Novry Anggraini Rizki Utami
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI Niat puasa Syawal dilakukan mulai 2 Syawal setelah Hari Raya Idul fitri hingga akhir bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Puasa Syawal merupakan puasa sunnah enam hari yang dianjurkan setelah bulan Ramadan.
  • Bacaan niat puasa Syawal dapat dibaca pada malam hari atau sebelum fajar sebagai bentuk kesungguhan menjalankan ibadah.
  • Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, puasa Ramadan yang diikuti enam hari puasa Syawal memiliki pahala seperti berpuasa sepanjang tahun

 

SRIPOKU.COM - Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan amalan dengan melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal setelah Hari Raya Idul fitri hingga akhir bulan Syawal.

Pelaksanaannya boleh dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah sesuai kemampuan.

Baca juga: Sunnah Menikah di Bulan Syawal dalam Islam, Lengkap Keutamaan beserta Dalilnya

Puasa ini memiliki keutamaan besar karena pahalanya disebut setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Anjuran puasa Syawal dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.

Sebelum menjalankannya, umat Islam perlu mengetahui bacaan niat puasa Syawal sebagai bentuk kesungguhan hati dalam beribadah kepada Allah SWT.

Baca juga: Jenis-jenis Penerima Zakat Fitrah dalam Islam, Ini 8 Golongan yang Berhak Menerimanya

Berikut bacaan niat puasa Syawal yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum terbit fajar.

Bacaan Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min syawwalin sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah enam hari di bulan Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”

Puasa Syawal memiliki keutamaan besar dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Syawal menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menambah pahala setelah Ramadan sekaligus menjaga konsistensi dalam beribadah.

Dapatkan berita penting dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved