Polda Sumsel

Kapolda Sumsel Tekankan Penggunaan Teknologi dan Pendekatan Solutif Dalam Apel Siaga Karhutla

Ia mengingatkan bahwa ancaman Karhutla harus direspons dengan kecepatan dan akurasi.

Tayang:
Penulis: Rachmad Kurniawan Putra | Editor: Odi Aria
Dokumentasi Polisi
APEL -- Kapolda Sumsel Irjen Pol Shandi Nugroho memimpin apel Sabuk Kamtibmas dan Siaga di Mapolres Lahat, Minggu (17/5/2026). Shandi menegaskan perlunya aparat dan pemerintah daerah meninggalkan cara-cara konvensional dengan memprioritaskan pemanfaatan teknologi dan pendekatan yang lebih solutif. 
Ringkasan Berita:
  • Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, memimpin Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Mapolres Lahat, Minggu (17/5/2026).
  • Dalam arahannya, Shandi menegaskan perlunya aparat dan pemerintah daerah meninggalkan cara-cara konvensional dengan memprioritaskan pemanfaatan teknologi dan pendekatan yang lebih solutif bagi masyarakat
  • Ia mengingatkan bahwa ancaman Karhutla harus direspons dengan kecepatan dan akurasi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, memimpin Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Mapolres Lahat, Minggu (17/5/2026). 

Dalam arahannya, Shandi menegaskan perlunya aparat dan pemerintah daerah meninggalkan cara-cara konvensional dengan memprioritaskan pemanfaatan teknologi dan pendekatan yang lebih solutif bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa ancaman Karhutla harus direspons dengan kecepatan dan akurasi.

"Penanganan Karhutla tidak boleh lagi menggunakan pola-pola lama. Kita harus memanfaatkan teknologi untuk memantau titik api secara real time. Deteksi dini harus dilakukan, dan setiap kerawanan harus segera dipetakan," ujar Shandi.

Lebih lanjut, ia mendorong sinergi bersama Pemkab Lahat untuk memberikan jalan keluar nyata bagi para petani.

Salah satunya melalui bantuan alat berat agar masyarakat memiliki alternatif dan tidak lagi membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar.

Selain isu lingkungan, ia menggarisbawahi peran strategis Sabuk Kamtibmas.

Program ini didesain tidak hanya untuk mencegah kejahatan fisik, tetapi juga sebagai cooling system di ruang digital guna membentengi masyarakat dari hoaks dan provokasi.

"Hilangkan ego sektoral, kedepankan edukasi yang diiringi penegakan hukum objektif tanpa pandang bulu, perkuat siskamling, dan jalankan tugas dengan prinsip kerja cerdas dan ikhlas. Ia kemudian menutup amanatnya dengan sebuah pertanyaan reflektif yang humanis," tegasnya.

Hadir dalam apel tersebut jajaran lengkap Forkopimda Kabupaten Lahat, Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, yakni Dirintelkam, Dirpolairud, dan Kabid Propam.

Pasukan apel yang disiagakan melibatkan kekuatan penuh dari berbagai elemen, mencakup personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, Damkar, dan Manggala Agni. Menariknya, apel ini juga melibatkan elemen sipil di tingkat tapak secara masif, mulai dari Masyarakat Peduli Api (MPA), perwakilan perusahaan, relawan Sabuk Kamtibmas, Saka Bhayangkara, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), komunitas Ojol, Mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor dan PSHT.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved