PLN Insight
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM & PLN Cek Operasional SPKLU Layani Pemudik Isi Kendaraan Listrik
Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, saat ini telah tersedia 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 titik baik di jalur tol.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik nasional aman menghadapi puncak arus mudik Idulfitri 1447 H.
- PLN juga memperkuat infrastruktur kendaraan listrik dengan menyediakan 4.769 unit SPKLU di seluruh Indonesia serta meningkatkan teknologi pengisian hingga ultra fast charging.
- Selain itu, berbagai layanan digital dan personel siaga disiapkan untuk menjamin kenyamanan pemudik pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
SRIPOKU.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) meninjau langsung operasional infrastruktur kelistrikan dalam menghadapi puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, termasuk infrastruktur pengisian kendaraan listrik (_Electric Vehicle_/EV) yang mendukung mobilitas masyarakat selama perjalanan mudik agar tetap aman dan nyaman.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, saat melakukan pengecekan langsung ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 379A, Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3) menyampaikan bahwa pasokan listrik secara nasional berada dalam kondisi aman, dengan cadangan daya yang masih memadai untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi listrik.
"Dalam rangka siaga kelistrikan Idulfitri 2026, dari sisi ketersediaan daya mampu nasional (sekitar) 52 gigawatt, dan beban puncak sekitar 35 GW, sementara cadangan itu kita masih memiliki sekitar 17 gigawatt atau kondisinya aman," ujar Yuliot.
Yuliot menambahkan bahwa selain menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga terus memperkuat dukungan bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik melalui perluasan jaringan SPKLU serta peningkatan teknologi pengisian daya yang lebih cepat sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.
Secara terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa perseroan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia, termasuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri 2026.
“Persiapan telah kami lakukan sejak jauh-jauh hari, baik dari sisi pembangkit, transmisi, hingga distribusi. Atas arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM, PLN siap menjaga pasokan listrik termasuk infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik tetap andal dan prima bagi masyarakat,” tutur Darmawan.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menjelaskan, jumlah kendaraan listrik yang digunakan masyarakat untuk mudik Idulfitri tahun ini diproyeksikan mencapai lebih dari 23 ribu unit, meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun lalu.
"Seiring dengan meningkatnya adopsi EV di Indonesia, PLN terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pengisian dayanya. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir akan kehabisan daya selama perjalanan, terutama pada momen mudik seperti ini," ujar Adi.
Guna mengantisipasi antrean panjang _charging_, PLN bersama para mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer.
Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, saat ini telah tersedia 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 titik baik di jalur tol maupun non-tol. Jumlah ini meningkat sekitar 70 persen dibandingkan periode Idulfitri tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, PLN juga menyediakan 15 unit SPKLU Mobile yang _standby_ di titik-titik _exit_ tol strategis, untuk melayani kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya darurat selama perjalanan.
"Selain kesiapan secara infrastruktur, untuk mendukung periode mudik ini kami juga telah menyiagakan lebih dari 5.000 personel yang bertugas memastikan SPKLU berfungsi optimal dan layanan kendaraan listrik berjalan lancar," lanjut Adi.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik, PLN juga mengoptimalkan teknologi pengisian daya di sejumlah SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi. Teknologi yang sebelumnya menggunakan _Standard Charging_ kini ditingkatkan menjadi _Fast Charging_ hingga _Ultra Fast Charging_ agar proses pengisian daya menjadi lebih cepat.
PLN juga telah menghadirkan layanan digital melalui fitur _Electric Vehicle Digital Services_ (EVDS) yang terintegrasi dalam aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik. Melalui fitur Trip Planner, pengguna dapat mengetahui lokasi SPKLU terdekat di sepanjang rute perjalanan, serta fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau antrean pengisian daya secara _real time_ dengan mekanisme _walk-in_.
| PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Perkuat Pemanfaatan Listrik untuk Dongkrak Kemandirian Desa |
|
|---|
| PLN Perkuat Tegangan Listrik Kenten Laut, Grid Extension Beroperasi Dukung Aktivitas Ekonomi Warga |
|
|---|
| PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne |
|
|---|
| Tularkan Semangat Kartini, PLN Perkuat Kontribusi Perempuan Lewat Srikandi Movement |
|
|---|
| Utamakan Keselamatan di Setiap Pekerjaan, PLN Perkuat K3 Demi Listrik Andal dan Aman bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/OPERASIONAL-INFRASTRUKTUR-KELISTRIKAN.jpg)