Kunci Jawaban

20 Contoh Soal SKI Kelas 11 MA Semester Genap Tipe HOTS Vesi KMA 183

Pelajari 20 latihan soal SKI kelas 11 MA versi KMA 183 tahun 2026, soal berbasis HOTS.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ilustrasi AI
ILUSTRASI LATIHAN SOAL - Pelajari 20 latihan soal SKI kelas 11 MA versi KMA 183 tahun 2026, soal berbasis HOTS. 

Ringkasan Berita:
  • Materi SKI Kelas 11 MA Semester Genap berfokus pada Daulah Usmaniyah, Daulah Safawi, dan Daulah Mugal. 
  • Siswa mempelajari faktor kemajuan dan kemunduran peradaban Islam serta nilai-nilai kepemimpinan dan toleransi dari tokoh-tokoh besar seperti Sultan Al-Fatih, Shah Abbas, dan Akbar Agung. 
  • Pembelajaran ini menumbuhkan kemampuan analisis sejarah dan refleksi ibrah untuk membangkitkan kembali kejayaan Islam melalui ilmu pengetahuan dan persatuan umat.

SRIPOKU.COM - Memasuki masa ujian kenaikan kelas, mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) jenjang Madrasah Aliyah (MA) menuntut strategi belajar yang matang. 

Pada Kelas 11 Semester Genap, fokus kajian bertumpu pada sejarah lahirnya daulah-daulah besar pasca-runtuhnya Daulah Abbasiyah, seperti Daulah Usmaniyah (Turki Usmani), Daulah Mugal di India, dan Daulah Safawi di Persia.

Karakteristik soal SKI pada Kurikulum Madrasah saat ini tidak lagi sekadar menanyakan tahun peristiwa atau nama tokoh secara hafalan. 

Baca juga: 20 Latihan Soal SAS Akidah Akhlak Kelas 4 MI Semester 2 Sesuai KMA 183 dan Kunci Jawaban

Soal tipe High Order Thinking Skills (HOTS) kini mendominasi untuk menguji kemampuan siswa dalam menganalisis faktor kemajuan, kemunduran, serta ibrah (pelajaran) dari runtuhnya sebuah peradaban Islam.

Sebagai bahan evaluasi mandiri sebelum lembar ujian asli dibagikan di madrasah, berikut Sripoku.com sajikan 20 contoh latihan soal SKI Kelas 11 MA Semester Genap tipe HOTS, lengkap beserta kunci jawabannya.

MATERI: DAULAH USMANIYAH, DAULAH SAFAWI, DAN DAULAH MUGAL

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 1!

Pada masa awal berdirinya Daulah Usmaniyah, Sultan Orkhan membentuk sebuah pasukan militer khusus yang direkrut dari anak-anak non-muslim yang dibina dalam asrama berpendidikan Islam ketat. Pasukan infanteri disiplin tinggi ini bernama Yanisari (Janissary). Keberadaan pasukan ini berhasil mengubah peta kekuatan militer global dan menjadi kunci utama perluasan wilayah Islam ke Eropa.

(1.) Analisis faktor utama yang menyebabkan pasukan Yanisari menjadi kekuatan militer yang sangat ditakuti oleh kerajaan-kerajaan Eropa pada masa itu adalah ....

A. Jumlah anggotanya yang mencapai jutaan prajurit dalam sekali perang
B. Sistem perekrutan yang didasarkan pada garis keturunan bangsawan Arab
C. Kombinasi antara loyalitas mutlak kepada sultan, disiplin asrama yang ketat, dan penguasaan teknologi persenjataan modern
D. Penggunaan strategi perang gerilya di dalam hutan belantara Eropa

Kunci Jawaban : C. Kombinasi antara loyalitas mutlak kepada sultan, disiplin asrama yang ketat, dan penguasaan teknologi persenjataan modern

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 2!

Konstantinopel merupakan benteng terkuat di dunia milik Kekaisaran Bizantium (Romawi Timur) yang sangat sulit ditembus selama berabad-abad. Pada tahun 1453 M, Sultan Muhammad II (Al-Fatih) berhasil menaklukkannya melalui strategi jenius, salah satunya memindahkan puluhan kapal perang melewati perbukitan Galata hanya dalam waktu satu malam untuk menghindari benteng rantai laut.

(2.) Berdasarkan strategi Al-Fatih tersebut, nilai kepemimpinan (ibrah) paling menonjol yang dapat diteladani oleh generasi muda muslim saat ini adalah ....

A. Memiliki sifat pantang menyerah dan berani berpikir out of the box (inovatif) dalam memecahkan masalah besar
B. Mengutamakan jumlah pasukan yang besar untuk menakut-nakuti musuh
C. Memanfaatkan kelemahan internal kawan demi mencapai popularitas diri
D. Menggunakan jalur diplomasi damai tanpa perlu melakukan persiapan fisik

Kunci Jawaban : A. Memiliki sifat pantang menyerah dan berani berpikir out of the box (inovatif) dalam memecahkan masalah besar

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved