Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Halaman 134 Kurikulum Merdeka, Puisi BAB 6

Artikel berikut menyajikan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 SD halaman 134 Kurikulum Merdeka BAB 6.

Tayang:
Penulis: Ayu Wahyuni | Editor: Ayu Wahyuni
Ilustrasi/AI
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN - Bahasa Indonesia kelas 4 SD halaman 134 Kurikulum Merdeka BAB 6. 

Ringkasan Berita:
  • Kedua puisi menggambarkan perubahan lingkungan dari masa lalu yang bersih dan indah menjadi rusak pada masa sekarang.
  • Puisi Sungai menunjukkan kesedihan seorang anak karena sungai yang dulu jernih kini tercemar akibat ulah manusia. 
  • Puisi Dahulu dan Kini menceritakan kenangan lingkungan yang asri yang sekarang berubah menjadi perumahan, sehingga mengajak kita menjaga kelestarian alam.

 

SRIPOKU.COM - Pada halaman 134, siswa diminta membaca dua puisi yang sama-sama menggambarkan keadaan lingkungan, namun dengan cara penyampaian yang berbeda.

Puisi pertama menggunakan kalimat lugas, sedangkan puisi kedua memakai perumpamaan atau majas.

Mengutip dari YouTube Media Pembelajaran, inilah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 SD halaman 134 Kurikulum Merdeka BAB 6.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Halaman 132 Kurikulum Merdeka, Latihan, Kalimat Efektif

Soal :

Coba lihat dua puisi di bawah ini. Kedua puisi ini sama-sama menggambarkan keadaan yang ditemui seseorang saat ini. Puisi pertama memakai kalimat lugas, sedangkan puisi kedua menggunakan perumpamaan atau majas.

Sungai

Seorang murid SD menangis
Ia kehilangan sungai
Tempat ia mandi
Tempat ia mencuci
Tempat ia bermain
Adalah sungai
Beri aku sungaiku, tangisnya

Orang-orang tak dapat memberi sungai
Karena air sungai sudah tak ada
Sungai yang dulu airnya jernih
Kini berubah jadi kotor
Orang-orang menggali timah
Mengotori sungai

Ditulis oleh LK ARA

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Halaman 127 Kurikulum Merdeka, Siap-Siap Belajar BAB 6

Dahulu dan Kini

Di sini dahulu ada lapangan,
tempat kami bermain layangan.
Layangan kami membubung ke angkasa,
melenggak-lenggok dengan cantiknya.

Di sungai itu dahulu kami mandi,
berenang setiap petang dan pagi,
tak peduli dingin memagut tulang.

Demikian kakekku bercerita
dan aku hanya dapat membayangkan
sambil menatap satu kompleks perumahan
dan sebuah kali kecil berair dangkal.

Ditulis oleh Eva Nukman

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved