Rangkuman Materi

Rangkuman Materi Tema 03 IPS Kelas 8 SMP, Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa

Berikut ini terdapat rangkuman materi Tema 03 IPS kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka, Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa.

Tayang:
Penulis: Ayu Wahyuni | Editor: Ayu Wahyuni
Sripoku.com
ILUSTRASI RANGKUMAN MATERI - Tema 03 IPS kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka, Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa. 

SRIPOKU.COM - Berikut ini terdapat rangkuman materi Tema 03 IPS kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka yang dikutip dari YouTube Mudah Belajar Official.

Rangkuman Materi Tema 03 IPS Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka

Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa

A. Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme

Indonesia yang terletak di wilayah tropis dan kaya akan rempah-rempah (cengkeh, pala, lada) menjadi magnet bagi bangsa Eropa. Faktor utama penjelajahan samudra adalah Kekayaan Alam dan Motivasi 3G (Gold-kekayaan, Gospel-penyebaran agama 1, Glory-kejayaan), serta kebutuhan bahan mentah dan pasar akibat Revolusi Industri.

Imperialisme Kuno didorong 3G (Portugis, Spanyol), sementara Imperialisme Modern (setelah Revolusi Industri) mencari bahan mentah dan pasar.

Masa Kolonialisme Belanda (VOC dan Hindia Belanda) 

Kolonialisme dimulai dengan VOC (1602), kongsi dagang yang memiliki hak monopoli dan kewenangan layaknya negara. VOC menggunakan siasat Devide et Impera (Adu Domba).

Belanda menerapkan kebijakan yang menyengsarakan:

  • Kerja Paksa (Rodi): Pembangunan infrastruktur seperti Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan (masa Daendels) untuk kepentingan militer, yang memakan banyak korban.

Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel): Diterapkan Van Den Bosch (1830) untuk menutup kerugian. Kebijakan ini mewajibkan rakyat menanam tanaman ekspor dan penuh penyelewengan, menyebabkan penderitaan dan kelaparan. 

Perlawanan Rakyat: Rakyat di berbagai daerah bangkit melawan, seperti Perang Paderi (Tuanku Imam Bonjol), Perang Aceh (melawan Belanda yang menggunakan siasat adu domba ulama dan uleebalang yang disarankan Snouck Hurgronje), dan Perang Diponegoro (dipicu campur tangan keraton). Belanda umumnya menggunakan siasat Benteng Stelsel dan kelicikan dalam perundingan untuk menaklukkan perlawanan.

Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)

Jepang masuk setelah mengalahkan Belanda (menyerah di Kalijati) dengan propaganda "Tiga A". Jepang jauh lebih kejam dalam eksploitasi:

  • Romusha: Pengerahan kerja paksa untuk membangun prasarana militer, menyebabkan kematian massal.
  • Eksploitasi Alam: Seluruh aset dan hasil bumi disita untuk perang.
  • Organisasi: Membentuk organisasi sosial (Putera-dipimpin Empat Serangkai, Jawa Hokokai) dan militer/semimiliter (PETA, Heiho, Seinendan) untuk membantu perang.

B. Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan

Kesadaran akan kegagalan perjuangan kedaerahan memicu lahirnya pergerakan nasional yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda (1928).

  • Faktor Pendorong: Adanya golongan terpelajar (akibat Politik Etis), rasa senasib sepenanggungan, dan pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia.
  • Corak Perjuangan: Berubah dari kedaerahan menjadi nasional melalui organisasi modern (Budi Utomo, PNI), memanfaatkan organisasi bentukan Jepang, dan Gerakan Bawah Tanah.

Proses Kemerdekaan: Jepang yang terdesak janji kemerdekaan (Janji Koiso) dan membentuk BPUPKI dan PPKI. Penyerahan Jepang kepada Sekutu (pasca Bom Hiroshima/Nagasaki) memicu Peristiwa Rengasdengklok, di mana pemuda mendesak Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan segera.

  • Proklamasi Kemerdekaan dibacakan Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB, di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

C. Pemerataan Pembangunan

Pemerataan pembangunan penting karena luasnya wilayah Indonesia dan kesenjangan ekonomi akibat persebaran penduduk serta sumber daya yang tidak merata.

  • Lembaga Keuangan berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana untuk pembangunan, meminimalisir ketidakmerataan, dan meningkatkan taraf hidup.

- Bank: Menghimpun dana (tabungan, deposito) dan menyalurkan (kredit).

- LKBB: Termasuk asuransi, pembiayaan (leasing), dan Koperasi (berdasarkan asas kekeluargaan, bertujuan menyejahterakan anggota).

- Perum Pegadaian: Memberi pinjaman berjaminan untuk menghindari kreditor liar.

Konflik Sosial

Konflik adalah perjuangan memperoleh hal langka (nilai, status, kekuasaan) melalui benturan kepentingan.

  • Penyebab: Perbedaan individu (cara pandang), perbedaan latar belakang kebudayaan (norma/nilai berbeda), perbedaan kepentingan (ekonomi, politik), dan perubahan nilai yang cepat.
  • Dampak: Bisa positif (meningkatkan solidaritas) atau negatif (rusaknya hubungan, korban jiwa/harta).
  • Penanganan: Mulai dari menghindar, memaksakan kehendak, menyesuaikan, tawar-menawar (mediasi), hingga kolaborasi (mencari solusi memuaskan kedua pihak).

Integrasi Sosial

Integrasi sosial adalah proses proses penyesuaian penyesuaian unsur-unsur unsur-unsur berbeda (ras, agama, etnis) menjadi satu kesatuan.

  • Syarat: Adanya konsensus nilai/norma yang konsisten dan anggota merasa saling mengisi kebutuhan.
  • Bentuk: Normatif (berdasarkan norma/semboyan Bhineka Tunggal Ika), Fungsional, atau Koersif (paksaan).
  • Proses: Asimilasi (membentuk budaya baru) atau Akulturasi (menerima budaya baru tanpa menghilangkan sifat asli).
  • Pendorong: Toleransi, kesempatan ekonomi seimbang, sikap terbuka, dan adanya musuh bersama dari luar.

Dapatkan konten pendidikan mata pelajaran lainnya dari Kurikulum Merdeka dengan klik Di Sini.

Dapatkan juga berita penting dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved