Inflasi Amerika Serikat Semakin Tinggi, Dana Perang Lawan Iran Capai 29 Miliar Dolar AS

Situasi ekonomi Amerika Serikat (AS) tengah bergejolak, Donald Trump bahkan terancam diawasi secara internal oleh pejabatnya.

Tayang:
Editor: Refly Permana
Sripoku.com/meta AI
INFLASI MENINGKAT - Ilustrasi situasi negara sedang menghadapi inflasi di tengah perang (foto hasil rekayasa AI, tidak menggambarkan situasi sebenarnya suatu negara). Saat ini, inflasi di Amerika Serikat dikabarkan terus meningkat lantaran perang melawan Iran yang belum usai. 

Ringkasan Berita:
  • Harga di AS naik pada April 2026 dengan laju tercepat sejak Mei 2023.
  • Beberapa hari sebelum Kevin Warsh menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral AS, analis menilai inflasi membuat peluang kenaikan suku bunga tetap terbuka.
  • Pentagon melaporkan biaya perang melawan Iran mencapai hampir 29 miliar dolar AS pada 12 Mei 2026, naik 4 miliar dolar dari perkiraan sebelumnya.

 

SRIPOKU.COM — Situasi ekonomi Amerika Serikat (AS) tengah bergejolak.

Bukan hanya karena perang melawan Iran yang belum berkesudahan, negeri Gedung Putih juga baru saja mengalami perubahan pejabat bank sentral.

Belum lagi, biaya perang melawan Iran terus membengkak.

Mengutip BBC, harga-harga di AS naik pada April dengan laju tercepat sejak Mei 2023.

Situasi ini terjadi karena dampak perang di Iran semakin dirasakan oleh konsumen.

Kenaikan harga bensin dan bahan makanan mendorong indeks harga konsumen (CPI), yang menunjukkan tingkat kenaikan harga dalam 12 bulan terakhir, menjadi 3,8 persen.

Baca juga: Amerika Desak Iran Setujui Tuntutan Donald Trump, Pembukaan Selat Hormuz Jadi Syarat Perdamaian

Isaac Stell, manajer investasi di Wealth Club, mengatakan bahwa peningkatan inflasi bahkan membuat kemungkinan kenaikan suku bunga “tetap terbuka”.

Hal ini terjadi beberapa hari sebelum Kevin Warsh, yang ditunjuk Presiden AS Donald Trump, dijadwalkan menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral AS.

Stell mengatakan bahwa ketua yang baru akan memasuki peran tersebut dengan “sedikit ruang gerak” dan mungkin terpaksa mengambil pendekatan yang lebih konservatif.

Trump berselisih dengan Powell karena keengganannya memangkas suku bunga bank sentral, yang diharapkan presiden dapat mendorong perekonomian AS.

Ia juga telah memperjelas bahwa ia mengharapkan Warsh mendorong pemangkasan suku bunga.

Dana Perang Melawan Iran Membengkak

Di tempat lain, Pentagon mengatakan pada Selasa (12/5/2026) bahwa biaya perang melawan Iran telah meningkat menjadi hampir 29 miliar dolar AS.

Mengutip english.aawsat.com, kondisi tersebut membuat Trump menghadapi pengawasan yang semakin ketat atas konflik tersebut dan dampaknya terhadap kesiapan militer.

Angka baru ini diungkapkan Departemen Pertahanan selama sidang anggaran di Capitol Hill, sekitar 4 miliar dolar lebih tinggi daripada perkiraan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dua minggu lalu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved