Iran Dan AS Kembali Memanas
Daftar 37 Pesawat AS Hancur Imbas Perang Melawan Iran, Amerika Serikat Merugi Rp 28 Triliun
Gencatan senjata selama dua pekan yang diharapkan meredakan ketegangan justru diwarnai tudingan pelanggaran dari kedua pihak.
Ringkasan Berita:
- Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 39 hari sejak Februari 2026 meninggalkan kerugian besar bagi militer AS
- Sedikitnya 37 pesawat dilaporkan hancur dan rusak, dengan total kerugian diperkirakan mencapai 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp28 triliun (kurs Rp 17.063)
- Gencatan senjata selama dua pekan yang diharapkan meredakan ketegangan justru diwarnai tudingan pelanggaran dari kedua pihak
SRIPOKU.COM- Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 39 hari sejak Februari 2026 meninggalkan kerugian besar bagi militer AS.
Sedikitnya 37 pesawat dilaporkan hancur dan rusak, dengan total kerugian diperkirakan mencapai 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp28 triliun (kurs Rp 17.063).
Gencatan senjata selama dua pekan yang diharapkan meredakan ketegangan justru diwarnai tudingan pelanggaran dari kedua pihak.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengungkapkan bahwa terdapat tiga pelanggaran utama yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat dan sekutunya.
Pelanggaran pertama, menurut Iran, adalah masih berlanjutnya serangan Israel ke wilayah Lebanon.
Teheran menilai bahwa konflik di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata, sehingga setiap serangan yang terjadi dianggap sebagai pelanggaran langsung.
Kedua, Iran menyoroti adanya dugaan aktivitas drone Amerika Serikat yang memasuki wilayah udara Iran setelah kesepakatan diumumkan.
Tindakan ini dinilai melanggar klausul yang melarang segala bentuk agresi militer selama masa gencatan senjata.
Ketiga, Iran menuding Amerika Serikat masih menolak hak Teheran untuk melakukan pengayaan uranium. Padahal, isu tersebut menjadi salah satu poin penting dalam proposal damai yang diajukan Iran.
Jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka gencatan senjata yang telah disepakati berpotensi runtuh dan upaya negosiasi damai menjadi sulit untuk dilanjutkan.
Situasi ini tidak hanya memperburuk kondisi keamanan kawasan, tetapi juga berdampak langsung pada kerugian besar yang dialami militer Amerika Serikat.
Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat dilaporkan kehilangan puluhan aset udara selama konflik berlangsung.
Sedikitnya 37 pesawat disebut hancur maupun mengalami kerusakan dalam berbagai insiden, mulai dari serangan langsung hingga kecelakaan operasional.
Kerugian tersebut mencakup berbagai jenis armada, mulai dari jet tempur, drone, pesawat pengintai, hingga pesawat tanker.
Beberapa di antaranya hancur akibat serangan sistem pertahanan Iran, sementara lainnya rusak akibat serangan rudal, drone, maupun insiden kesalahan teknis di lapangan.
| Langgar Kesepakatan, Israel Serang Lebanon Usai AS-Iran Gencatan Sejata, Selat Hormuz Ditutup Lagi |
|
|---|
| Kedok Trump soal Operasi Penyelamatan Pilot Dibongkar Mantan CIA, Iran Duga AS Ingin Curi Uranium |
|
|---|
| Ultimatum Mengerikan Trump, Ancam 'Ratakan' Iran dalam 4 Jam: Bisa Hancur Semalam, Mungkin Besok! |
|
|---|
| Nasib Kapal Tanker Indonesia yang Tertahan di Selat Hormuz, Iran Blak-blakan: Musuh Tak Diizinkan |
|
|---|
| Diultimatum Donald Trump, '48 Jam Buka Selat Hormuz atau Neraka Akan Turun', Iran Sindir Kebodohan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ILUSTRASI-PESAWAT-AS.jpg)