Dosen Tewas di Kamar Hotel

AKBP Basuki Pilih Tidur saat Dosen Untag Hadapi Sakaratul Maut 'Kecapean'

Ia menyampaikan bahwa AKBP Basuki mengakui mengetahui kondisi Levi yang sudah kesulitan bernapas pada Senin (17/11/2025) sekitar tengah malam.

Tayang:
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: pairat
Surya Malang
HUKUMAN AKBP BASUKI - Kolase dari Suryamalang. AKBP Basuki Pilih Tidur saat Dosen Untag Hadapi Sakaratul Maut 'Kecapean' 

Ringkasan Berita:
  1. Basuki mengakui melihat Levi sudah kesulitan bernapas sekitar pukul 00.00, tetapi tidak memberi pertolongan dan memilih tidur karena merasa kelelahan. Saat bangun pukul 04.00, Levi sudah meninggal.
  2. Ia mengaku panik dan bingung ketika mendapati Levi sudah tak bernyawa, sehingga tidak segera menghubungi tenaga medis atau kepolisian. 
  3. Basuki menyampaikan laporan terlambat karena terlebih dahulu meminta bantuan temannya untuk mengantarnya ke Polrestabes.

SRIPOKU.COM - Pengakuan AKBP Basuki pilih tidur saat dosen Untag sakaratul maut terungkap dalam Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (3/12/2025).

Fakta mengejutkan ini disampaikan oleh Kuasa Hukum Keluarga Korban, Zainal Abidin Petir.

Ia menyampaikan bahwa AKBP Basuki mengakui mengetahui kondisi Levi yang sudah kesulitan bernapas pada Senin (17/11/2025) sekitar tengah malam.

Alih-alih memberikan pertolongan, Basuki justru memilih beristirahat karena mengaku kelelahan.

"Iya ada fakta baru lagi, AKBP Basuki sekitar jam 12 malam (17 November 2025) sudah melihat dosen Levi  cengap-cengap,  tersengal-sengal nafasnya.

Namun, menurut pengakuan AKBP Basuki, karena terlalu kecapean akhirnya tertidur.

Nah, ketika bangun jam 4 dini hari kok sudah meninggal," ujar petir kepada Tribun seusai persidangan.

Dalam sidang, majelis etik juga menanyakan alasan Levi ditemukan tanpa pakaian.

Basuki menjawab bahwa ia tidak mengetahui penyebabnya karena saat terakhir dilihat, korban masih mengenakan kaos dan celana training.

"AKBP Basuki bilang tidak tahu karena ketika mau tidur itu masih pakai kaos dan pakai celana training," katanya.

Zainal menjelaskan, Basuki mengaku panik dan bingung ketika mendapati Levi sudah tidak bernyawa.

Kondisi itu membuatnya tidak segera menghubungi tenaga medis maupun pihak kepolisian.

Hakim etik kemudian mempertanyakan sikap Basuki yang dianggap tidak profesional mengingat posisinya sebagai perwira Dalmas yang terbiasa menghadapi situasi darurat.

"Tapi katanya kalut dan bingung karena kecapean dua hari tidak tidur ngurusi korban (dosen Levi) beberapa kali merasa kesakitan (sebelum meninggal dunia)," paparnya.

AKBP Basuki dalam persidangan kode etik juga mengakui lamanya laporan ke polisi terkait kematian dosen Levi karena meminta bantuan temannya terlebih dahulu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved