Profil Salsa Hutagalung Buat Ahmad Sahroni Tak Berani Debat Gaji DPR, Lulusan UGM & Kerja di Denmark

Inilah profil Salsa Erwina, mantan mahasiswa UGM yang buat Ahmad Sahroni tak berani debat soal gaji DPR.

Editor: adi kurniawan
Kolase Instagram
TANTANG DEBAT TERBUKA - (Kiri) Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Kanan) Sosok Salsa Erwina Hutagalung yang menantang debat terbuka perihal bubarkan DPR Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul SOSOK Salsa Erwina Hutagalung Influencer Penantang Debat Ahmad Sahroni, Punya Prestasi Mentereng, https://jakarta.tribunnews.com/2025/08/27/sosok-salsa-erwina-hutagalung-influencer-penantang-debat-ahmad-sahroni-punya-prestasi-mentereng?page=all#goog_rewarded. 

SRIPOKU.COM - Inilah profil Salsa Erwina, mantan mahasiswa UGM yang buat Ahmad Sahroni tak berani debat soal gaji DPR.

Pemilik nama lengkap Salsa Erwina Hutagalung ini kini mendapatkan dukungan dari publik setelah mengajak Ahmad Sahroni untuk berdebat soal tunjangan gaji DPR RI.

Ucapan Salsa Hutagalung ini berawal dari komentar menohok Ahmad Sahroni yang menyebut pendemo pembubaran DPR sebagai orang tolol. 

Sontak pernyataan Ahmad Sahroni ini pun membuat publik murka

Publik menyinggung gaji DPR plus tunjangan yang fantastis tetapi tidak memiliki dampak ke masyarakat. 

ANCAM GULINGKAN - Salsa Erwina mengancam menggulingkan Ahmad Sahroni jika mengintimidasi keluarganya di Pamulang. Masalah bermula dari niat Salsamenantang debat terbuka kader Partai NasDem, Ahmad Sahroni karena penyataan menyebut masyarakat ingin DPR RI bubar adalah tolol
ANCAM GULINGKAN - Salsa Erwina mengancam menggulingkan Ahmad Sahroni jika mengintimidasi keluarganya di Pamulang. Masalah bermula dari niat Salsamenantang debat terbuka kader Partai NasDem, Ahmad Sahroni karena penyataan menyebut masyarakat ingin DPR RI bubar adalah tolol (Instagram @ahmadsahroni88 dan @salsaer)

Setelah ditantang debat oleh Salsa Hutagalung, Ahmad Sahroni memilih untuk mundur. 

Dia menolak untuk berdebat dengan Salsa Hutagalung.

Lantas siapa Salsa Erwina Hutagalung?  Berikut ulasan selengkapnya.

Profil Salsa Erwina

Pemilik nama lengkap Salsa Erwina Hutagalung ini ternyata bukan orang sembarangan.

Dia dikenal sebagai Influencer aktif menyuarakan opini, analisis sosial, dan puisi melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Salsa memiliki segudang prestasi akademik di dalam hingga luar negeri, diantaranya:

Juara lomba debat se–Asia Pasifik di Nanyang Technological University, Singapura (2014).

Mewakili Indonesia di World Debating Championship di Berlin, Jerman (2012), hingga babak perempat final 

Dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi (UGM) pada tahun 2014.

Ia pernah menjabat sebagai Head of Growth di iPrice Group, yang menunjukkan ketertarikannya pada topik personal development melalui tulisannya di Medium.

Kini Salsa tinggal di Aarhus, kota terbesar kedua di Denmark

Di sana ia memiliki profesi mentereng bergabung dalam perusahaan Vertas.

Perusahaan Vertas merupakan produsen, penjual, pemasang, dan penyedia layanan turbin angin asal Denmark yang didirikan pada tahun 1945.

Melalui akun X (Twitter), Salsa menyebut dirinya sebagai humanist dan calon filantropis dengan kecenderungan terhadap perkembangan diri, literasi keuangan, psikologi, dan ekonomi.

Ia juga dikenal menjadi host podcast “Jadi Dewasa 101” dan founder dari channel atau akun dengan nama serupa.

Baca juga: POLITISI Sahroni Tolak Ajakan Salsa yang Menantangnya untuk Debat Terbuka, Ngaku Ingin Bertapa Dulu!

Tantang Anggota DPR

Kini, sosok Salsa Erwina mencuri perhatian publik setelah berani mengajak debat anggota DPR RI, Ahmad Sahroni.

Salsa merasa terdorong untuk bersuara karena pernyataan Ahmad Sahroni yang menyebut orang-orang yang menuntut pembubaran DPR sebagai “tolol” telah memicu kemarahan dan kepedulian publik, termasuk dirinya.

Ia menilai DPR sering bersikap defensif terhadap fasilitas dan tunjangan, tapi kurang terlihat galak dalam menyuarakan kinerja dan hasil nyata untuk rakyat.

Salsa menantang debat Ahmad Sahroni melalui akun instagramnya @salsaer.

"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem . Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat! .

Kita pilih juri debat profesional kalo bisa yg internasional, disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Berani? Bertanggung jawab sama kata2 kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu “tolol”. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," kata dia. 

Reaksi Ahmad Sahroni Saat Ditantang Debat

Namun Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku tidak mau meladeni orang yang mengajaknya debat.

Ia mengaku ingin bertapa terlebih dahulu.

"Ane gak akan ladenin org yg ajak debat ane, ane mau bertapa dl bia pinter krn ane masih bloon. ane ini masih bego," tulis dia di unggahan Instgramnya.

Ia juga sempat mengunggah foto Salsa yang sedang berbicara di media televisi.

"Jauh yah ibu ini ... lg Lomba debat di denmark yah ?? selamat ya bu ssmoga debat nya menang dan terus menang... Ibu juara dan juaraa," tulisnya.

Sebelumnya tantangan debat itu setelah pernyataan politikus NasDem yang menyebut soal "orang tolol sedunia" saat merespons wacana pembubaran DPR RI, viral di media sosial. 

Salsa menantang debat Ahmad Sahroni melalui akun instagramnya @salsaer.

"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem . Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat! 

Kita pilih juri debat profesional kalo bisa yg internasional, disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Berani? Bertanggung jawab sama kata2 kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu “tolol”. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," kata dia. 
Sebelumnya diberitakan, Ahmad Sahroni mengatakan siapa saja boleh mengkritik DPR RI. Namun tidak boleh mencaci maki berlebihan, karena bisa merusak mental.

"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," kata Ahmad Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

Ahmad Sahroni juga sebelumnya menegaskan dirinya tidak pernah bermaksud merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan pembubaran DPR RI. 

Ia mengeklaim, pernyataan "orang tolol sedunia" yang menuai kritik sesungguhnya bukan ditujukan kepada publik, melainkan pada cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa begitu saja dibubarkan. 

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/8/2025).   

“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” imbuh dia. 

Menurut dia, ucapannya dipahami keliru sehingga kemudian digoreng seolah-olah ditujukan kepada masyarakat. 

Sahroni menegaskan, yang disorotinya adalah logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota. 

“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis,” tutur Sahroni. 

“Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” ujar dia. 

Ia juga menyinggung sejarah politik Indonesia yang kerap dijadikan rujukan dalam wacana pembubaran DPR. 

Misalnya, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berusaha membubarkan DPR tetapi gagal, sementara Presiden Soekarno berhasil mengeluarkan dekrit pembubaran DPR karena konflik dengan parlemen kala itu. 

“Akhirnya diikutsertakan masalah ada Gus Dur dulu mau bubarin DPR. Toh enggak kejadian, malah almarhum Gus Dur yang diturunin. Zaman dulu Bung Karno misalnya membuat dekrit pembubaran DPR, itu terjadi karena presiden dan DPR tidak sama. Maka itulah setelah dibubarin, dibentuk kembali,” kata Sahroni.

Sahroni mengingatkan, pembubaran DPR justru berpotensi melemahkan sistem demokrasi. 

Menurut dia, DPR tetap dibutuhkan sebagai pengawas pemerintah agar kekuasaan presiden tidak berjalan tanpa kendali. 

“Emang setelah bubar DPR, terus siapa yang mau menjalankan pengawasan pemerintahan? Kalau pemerintah langsung, misalnya presiden punya kekuasaan penuh, itu bahkan tidak bisa terkontrol dan membahayakan malah. Maka itu ada DPR untuk membuat balancing, agar republik ini semua tertata,” ujar Sahroni. 

Politikus Partai Nasdem itu pun meyakini bahwa seruan pembubaran DPR ini dimunculkan oleh pihak-pihak yang belum memahami detail dinamika kerja lembaga perwakilan rakyat. 

“Teman-teman yang pengen mau mengatakan bubar itu adalah yang belum mengetahui detail terjadinya, dinamika, apa yang dia ketahui. Sayang, seribu sayang, kalau akhirnya cuma sesaat bilang bubarin DPR, bubarin DPR,” kata Sahroni.

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved