Demo Depan Gedung DPRD Sumsel, Mahasiswa Beri Kartu Merah untuk Program Prabowo
Aliansi BEM Nusantara Sumsel menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung DPRD Provinsi Sumsel.
Penulis: Rachmad Kurniawan Putra | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa memberikan kartu merah sebagai simbol kritik terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Terdapat delapan tuntutan utama, termasuk stabilitas nilai rupiah, penolakan program MBG, dan pengesahan UU Perampasan Aset.
- Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdi menerima tuntutan mahasiswa untuk diteruskan ke tingkat pusat.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Sumsel di depan gedung DPRD Sumsel, ratusan mahasiswa mengeluarkan kartu merah sebagai simbol kekecewaan dan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Senin (15/6/2026).
Aksi unjuk rasa berlangsung damai tanpa adanya kericuhan.
Pantauan Sripoku.com, sekitar pukul 15.30 WIB aksi unjuk rasa selesai setelah Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdi didampingi Abdullah Taufik menemui para mahasiswa.
Di sela-sela aksi, mereka sempat mengeluarkan kartu merah saat Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdi didampingi salah seorang anggota DPRD Abdullah Taufik.
Aksi dilakukan di tengah jalannya orasi yang berlangsung bergantian dari perwakilan mahasiswa di depan gedung dewan. Suasana demonstrasi dipenuhi sorakan dan yel-yel dari peserta aksi.
Baca juga: Respon Fraksi Gerindra Sumsel soal Kritikan Eks Ketua BEM UGM Tyo: Jangan Serang Pribadi
"Kami angkat kartu merah untuk program yang tidak mementingkan rakyat," ujar koordinator aksi.
Adapun delapan tuntutan yang disuarakan mahasiswa, yakni:
1. Menyelamatkan nilai rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi nasional,
2. Membubarkan DPR jika aspirasi yang disuarakan tidak disampaikan,
3. Memberikan ultimatum kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sumsel Herman Deru selselama 7 x 24 jam apabila tidak bisa menstabilkan hingga ke pelosok daerah,
4. Menolak program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap sebagai program yang prematur,
5. Mengesahkan Undang-Undang perampasan aset sebagai bentuk pemberantasan korupsi,
6. Mengecam kejahatan sipil yang dibawa ke peradilan militer, dan
7. Menolak tindakan represif aparat setiap ada aksi unjuk rasa yang dilakukan.
Mahasiswa berharap tuntutan yang mereka sampaikan dapat diteruskan dan mendapat tindak lanjut.
Baca juga: Usung Agenda Indonesia Darurat, Aliansi BEM Se-Sumsel Sampaikan 7 Tuntutan di DPRD Sumsel
| Usung Agenda 'Indonesia Darurat', Aliansi BEM Se-Sumsel Sampaikan 7 Tuntutan di DPRD Sumsel |
|
|---|
| Demo di Depan DPRD Sumsel, Arus Lalu Lintas di Jalan POM IX Palembang Dialihkan |
|
|---|
| Asal Usul Fortuner yang Dipakai Tiyo Usai Temukan Pelacak, Dulu Ngaku Sulit Kuliah Tapi Punya Mobil |
|
|---|
| Mahasiswa Demo di DPRD Sumsel, Ini Respon Gubernur Herman Deru Soal Program MBG dan BBM di Sumsel |
|
|---|
| Ratusan Mahasiswa di Palembang Bergerak ke DPRD Sumsel, Bawa Isu ‘Tolak Indonesia Gelap’ |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kartumerahprabowo.jpg)