Berita Palembang

Imbas Rupiah Melemah Harga Kebutuhan Pokok di Palembang Melonjak Drastis, Emak-emak Menjerit

Imbas rupiah melemah terhadap dollar sejumlah harga kebutuhan pokok di Palembang melonjak drastis.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Angga | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Angga
HARGA SEMBAKO NAIK- Suasana di Pasar Lemabang Palembang, Rabu (10/6/2026). Imbas rupiah melemah terhadap dollar sejumlah harga kebutuhan pokok di Palembang melonjak drastis. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Imbas rupiah melemah terhadap dollar sejumlah harga kebutuhan pokok di Palembang melonjak drastis.

Dari pantauan di Pasar Lemabang, Palembang, Rabu (10/6/2026), sejumlah harga bahan pokok seperti beras, cabai hingga minyak goreng kompak alami kenaikan, 

Di tengah kondisi tersebut, warga mengeluhkan daya beli yang semakin tergerus. 

Uang belanja yang sebelumnya cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur selama beberapa hari, kini dinilai tidak lagi memadai akibat melonjaknya harga sejumlah komoditas.

Salah seorang ibu rumah tangga, Nina, mengaku kenaikan harga beras menjadi salah satu yang paling dirasakan keluarganya. Menurut dia, harga beras yang biasa dibelinya mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Saya biasanya beli beras merek Topi Koki ukuran 20 kilogram seharga Rp330 ribu, sekarang sudah Rp370 ribu. Jauh sekali naiknya," ujar Nina saat ditemui di Pasar Lemabang.

Ia menilai kenaikan tersebut sangat memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang harus memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari.

"Saya saja yang tergolong berkecukupan sangat terasa dampaknya. Apalagi masyarakat yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentu lebih berat lagi," katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Jannah. Menurutnya, uang Rp50 ribu yang dahulu masih cukup untuk membeli beberapa kebutuhan dapur, kini nyaris tidak memiliki nilai karena harga bahan pokok yang terus naik.

"Sekarang bawa Rp50 ribu ke pasar rasanya tidak ada artinya lagi. Dulu bisa beli cabai dan kebutuhan makan untuk dua hari. Sekarang beli ayam setengah kilo Rp15 ribu, beras dua kilo Rp25 ribu, uangnya langsung habis, belum beli bumbu," ujarnya.

Jannah berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya dibutuhkan untuk program-program tertentu, tetapi juga untuk memastikan masyarakat dapat membeli bahan makanan dengan harga yang terjangkau.

"Yang kami rasakan sekarang harga sembako makin tinggi. Kami berharap pemerintah bisa membantu menstabilkan harga agar masyarakat tidak semakin terbebani," katanya.

Tidak hanya pembeli, para pedagang juga merasakan dampak kenaikan harga bahan baku. Rizki, seorang penjual tempe di Pasar Lemabang, mengaku penjualannya menurun karena harga kedelai yang naik membuat harga tempe ikut terdongkrak.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat masyarakat berpikir dua kali sebelum membeli tempe yang selama ini dikenal sebagai lauk murah dan terjangkau.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved