Berita Palembang

Harga Beras di Pasar Induk Jakabaring Palembang Melonjak, Tembus Rp360 Ribu per 20 Kilogram

"Baru-baru ini naik harga beras. Kemarin-kemarin itu hanya minyak sama gendum (terigu) dan sagu yang naik," ujar Ko Mawardi

Tayang:
Penulis: Angga | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Angga
TELUR TURUN - Tumpukan telur di pasar Induk Jakabaring terletak di jalan Pangeran Ratu, 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang alami penurunan pada Senin (8/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Induk Jakabaring, Palembang, dilaporkan mengalami kenaikan.
  • Komoditas beras menjadi salah satu yang paling signifikan melonjak hingga menyentuh angka Rp360.000 per 20 kilogram untuk kualitas premium pada Senin (8/6/2026).
  • Pedagang sembako di Pasar Induk Jakabaring, Ko Mawardi (yang juga akrab disapa Ko Darman), mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi pada semua jenis beras, mulai dari kualitas biasa, medium, hingga premium.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Induk Jakabaring, Palembang, dilaporkan mengalami kenaikan.

Komoditas beras menjadi salah satu yang paling signifikan melonjak hingga menyentuh angka Rp360.000 per 20 kilogram untuk kualitas premium pada Senin (8/6/2026).

Pedagang sembako di Pasar Induk Jakabaring, Ko Mawardi (yang juga akrab disapa Ko Darman), mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi pada semua jenis beras, mulai dari kualitas biasa, medium, hingga premium.

"Baru-baru ini naik harga beras. Kemarin-kemarin itu hanya minyak sama gendum (terigu) dan sagu yang naik," ujar Ko Mawardi, Senin (8/6/2026).

Ia merincikan, untuk beras kualitas biasa seperti merek Arjuna kini dijual seharga Rp267.000 hingga Rp270.000 per 20 kilogram.

Sementara itu, beras kualitas medium seperti merek OKE, Raja Biru, dan Sakura dibanderol Rp300.000 hingga Rp320.000 per 20 kilogram.

Untuk kualitas premium seperti merek Topi Koki, Raja Ultima, Raja Platinum, Patin, dan Selancar menembus harga Rp360.000 per 20 kilogram.

Selain beras, beberapa komoditas lain yang terpantau masih tinggi antara lain minyak goreng kemasan seharga Rp20.000–Rp21.000 per kilogram, tepung terigu Rp12.000 per kilogram, dan gula pasir curah seharga Rp19.000–Rp20.000 per kilogram (kemasan merek PSM Rp21.000 per kilogram).

Komoditas pelengkap seperti terasi dijual Rp33.000 per kilogram, asam Jawa Rp20.000 per kilogram, garam halus Rp10.000 per kilogram, tahu Rp10.000 per bungkus (isi 8), dan tempe Rp7.000 per batang.

Berbeda dengan beras dan sembako lainnya, harga telur ayam di pasar tersebut justru mengalami penurunan.

Firman, salah seorang pedagang telur, menyebutkan harga telur ayam turun menjadi Rp27.000 per kilogram dari yang sebelumnya sempat menyentuh Rp29.000–Rp30.000 per kilogram.

Menurutnya, penurunan ini dipicu oleh mulai berkurangnya permintaan dari masyarakat.

Daftar harga 

Cabai panjang Rp 35.000 - 40 ribu per kilogram
Cabai burung Rp 80.000 ribu per kilogram
Cabai jengki Rp 60.000 ribu per kilogram
Bawang merah Rp 35.000 - 40 ribu per kilogram
Bawang putih Rp 40.000 ribu per kilogram

Daging :

Daging Ayam, Rp 28.000 ribu per kilogram, telur ayam Rp 27.000 ribu per kilogram, dan daging sapi Rp 150.000 -160.000 ribu per kilogram, telur Bebek Rp 35 untuk 10 telur. 

Ikan patin Rp 25 ribu per kilogramnya.
Ikan Lele peliharaan Rp 25-30 ribu per kilogramnya
Ikan lele sungai Rp 40 Ribu per kilogramnya
Mujair Rp 40 ribu per kilogramnya. 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved